Serikat Buruh Pertamina-PLN Surati Jokowi Minta Batalkan IPO

CNN Indonesia
Senin, 23 Agu 2021 11:04 WIB
Serikat buruh Pertamina dan PLN mendesak Jokowi membatalkan rencana pembentukan holding-subholding Pertamina dan PLN serta IPO terhadap anak usahanya. Serikat buruh Pertamina dan PLN mendesak Jokowi membatalkan rencana pembentukan holding-subholding Pertamina dan PLN serta IPO terhadap anak usahanya. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf).
Jakarta, CNN Indonesia --

Serikat pekerja PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) mendesak Presiden Jokowi membatalkan rencana pembentukan holding-subholding kedua perusahaan serta IPO terhadap anak usahanya.

Desakan mereka sampaikan dalam surat yang dikirimkan ke Jokowi pada 16 Agustus 2021 lalu. Desakan yang tertuang dalam surat bernomor: 001/fspbb-spppln/viii/2021 tersebut mereka sampaikan dengan beberapa pertimbangan.

Salah satunya, potensi pelanggaran konstitusi.

"Privatisasi Pertamina dan PLN melalui mekanisme pembentukan holding-subholding dan initial public offering terhadap anak-anak perusahaannya memiliki potensi pelanggaran konstitusi, yaitu, bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat 2 dan 3 UU No.19 Tahun 2003 tentang BUMN Pasal 77," kata mereka seperti dikutip dari surat tersebut.

Mereka mengancam jika desakan tak dipenuhi Jokowi, buruh akan melakukan berbagai langkah konstitusional agar rencana IPO dan privatisasi BUMN tersebut bisa dibatalkan.

Sebagai informasi, Kementerian BUMN mendorong pembentukan holding BUMN panas bumi atau geothermal. BUMN geothermal ini rencananya terdiri dari anak usaha PLN, PT PLN Gas & Geothermal dan PT Indonesia Power (IP) yang akan dikelola di bawah PT Pertamina Geothermal Energi (Persero) yang merupakan anak usaha Pertamina.

[Gambas:Video CNN]



(agt/sfr)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER