Harga Batu Bara Tembus US$150,3 per Ton pada September 2021

CNN Indonesia
Selasa, 07 Sep 2021 09:54 WIB
Harga batu bara (HBA) September 2021 naik 14,5 persen ke level tertinggi dalam satu dekade terakhir, US$150,3 per ton. Harga batu bara (HBA) September 2021 naik 14,5 persen ke level tertinggi dalam satu dekade terakhir, US$150,3 per ton. Ilustrasi. (AP Photo/Aijaz Rahi).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian ESDM menetapkan harga batu bara acuan (HBA) sebesar US$150,03 per ton pada September 2021. Angka tersebut naik US$19,04 atau 14,5 persen dari bulan sebelumnya, US$130,99 per ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan kenaikan HBA September 2021 lantaran meningkatnya permintaan batu bara untuk pembangkit listrik di China. Sementara, kapasitas pasokan negeri tirai bambu terbatas.

Selain itu, kenaikan permintaan batu bara dari Korea Selatan dan kawasan Eropa serta kenaikan harga gas alam juga turun mendorong harga batu bara acuan.


"Ini adalah angka yang cukup fenomenal dalam dekade terakhir," ungkap Agung dalam keterangan resmi, Senin (6/9).

Sempat melandai pada Februari-April 2021, HBA naik beruntun pada periode Mei-Juli 2021 hingga menyentuh angka US$115,35 per ton di Juli 2021. Kenaikan tersebut terus konsisten hingga September 2021 dengan mencatatkan rekor tertinggi baru.

Sebagai informasi, HBA adalah harga yang diperoleh dari rata-rata Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya, dengan kualitas yang disetarakan pada kalori 6322 kcal/kg GAR, total moisture 8 persen, total sulphur 0,8 persen, dan ash 15 persen.

Terdapat dua faktor turunan yang memengaruhi pergerakan HBA yaitu, permintaan dan penawaran. Pada faktor turunan supply dipengaruhi oleh cuaca, teknis tambang, kebijakan negara pemasok, hingga teknis di rantai pasok seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.

Sementara, untuk faktor turunan permintaan dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro.

Nantinya, HBA September akan dipergunakan pada penentuan harga batubara pada titik serah penjualan secara free on board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel).

[Gambas:Video CNN]



(sfr/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER