Ekspor RI Naik ke Afghanistan, BPS Nilai Tak Terkait Taliban

CNN Indonesia | Rabu, 15/09/2021 19:06 WIB
Kepala BPS Margo Yuwono menilai kenaikan ekspor Indonesia ke Afghanistan pada Agustus lalu sulit dikaitkan dengan pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban. Kepala BPS Margo Yuwono menilai kenaikan ekspor Indonesia ke Afghanistan pada Agustus lalu sulit dikaitkan dengan pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) menilai kenaikan ekspor dari Indonesia ke Afghanistan sebesar 361,7 persen menjadi US$2,28 juta pada Agustus 2021 tidak terkait dengan pengambilalihan kekuasaan di negara tersebut oleh kelompok Taliban. Pengambilalihan kekuasaan terjadi sejak 15 Agustus 2021.

"Agak sulit dikaitkan," ujar Kepala BPS Margo Yuwono kepada CNNIndonesia.com, Rabu (15/9).

Pasalnya, menurut data BPS, realisasi ekspor dari Indonesia ke Afghanistan meningkat tinggi berkat permintaan produk farmasi dengan nilai mencapai US$1 juta pada Agustus 2021. Sementara pada bulan sebelumnya, sama sekali tidak ada ekspor produk farmasi ke negara tersebut.


"Agustus tinggi karena ekspor produk farmasi," ucapnya.

Namun, permintaan ekspor yang tinggi pada produk ini tidak bisa disimpulkan terjadi karena ada pengambilalihan kekuasaan. Di sisi lain, ia menilai kenaikan realisasi ekspor juga meningkat tinggi karena nilai ekspor pada bulan sebelumnya jatuh cukup dalam, namun ia tidak mengetahui apa penyebabnya.

"Bisa juga karena Juni-Juli kebetulan rendah, tapi kalau dilihat kumulatif Januari-Agustus juga tidak terlalu besar. Jadi berdasarkan tren datanya, tidak ada yang istimewa dan terlihat wajar," jelasnya.

Tercatat pada Juni 2021, realisasi ekspor dari Indonesia ke Afghanistan sebesar US$676,47 ribu. Sementara pada Juli 2021 senilai US$495,28 ribu.

Secara kumulatif Januari-Agustus 2021, ekspor Indonesia ke Afghanistan mencapai US$10,31 juta. Nilai ekspor ini belum mencapai separuh realisasi tahun lalu, di mana jumlahnya mencapai US$21,38 juta pada Januari-Desember 2020.

Secara rinci, realisasi ekspor Indonesia ke Afghanistan terdiri dari produk farmasi senilai US$1 juta, buah-buahan US$768,2 ribu, sabun dan preparat pembersih US$123,19 ribu, minyak atsiri, wewangian, dan kosmetik US$103,36 ribu, berbagai makanan olahan US$81,19 ribu, dan lainnya US$206,9 ribu.

Sebaliknya, BPS mencatat kinerja impor Indonesia dari Afghanistan justru menurun pada bulan lalu, namun belum ada rincian data dari kantor statistik. "Impor Indonesia dari Afghanistan turun 97,98 persen month-to-month," tandasnya.

Sebelumnya, Taliban telah menduduki Istana Kepresidenan Afghanistan sejak pertengahan bulan lalu. Kelompok milisi itu mengambilalih kekuasaan dari pemerintahan Afghanistan yang sebelumnya dipimpin oleh Presiden Ashraf Ghani.

Namun, kekuasaan Taliban mendapat penolakan dari masyarakat, khususnya para perempuan. Sebab, Taliban mengekang perempuan, mulai dari cara berpakaian hingga aktivitas kerja. 

[Gambas:Video CNN]



(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK