Penumpang KRL Diimbau Antre via Aplikasi saat Jam Sibuk

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 15/09/2021 21:01 WIB
PT KAI Commuter Indonesia mengimbau calon penumpang KRL untuk mengantre via aplikasi untuk menghindari antrean panjang di stasiun keberangkatan. PT KAI Commuter Indonesia mengimbau calon penumpang KRL untuk mengantre via aplikasi untuk menghindari antrean panjang di stasiun keberangkatan. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Adi Maulana).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT KAI Commuter Indonesia (KCI) mengimbau calon penumpang kereta rel listrik (KRL) untuk mengantre sebelum melakukan perjalanan menggunakan aplikasi KRL Access. Hal ini untuk menghindari antrean panjang di stasiun keberangkatan, khususnya pada jam sibuk perjalanan KRL.

"Kami sudah bangun sistem supaya dia (calon penumpang) bisa merencanakan perjalanannya dari rumah, jadi antre dari rumah, karena saat ini naik KRL di jam sibuk itu harus antre," ucap VP Corporate Secretary KAI Commuter Line Anne Purba di forum diskusi virtual bertajuk Tren Aturan Mobilisasi di Kala Pandemi, Rabu (15/9).

Melalui aplikasi ini, calon penumpang bisa melihat informasi terkini mengenai kepadatan stasiun keberangkatan. Informasi ini sengaja dibagi perusahaan agar calon penumpang bisa menyesuaikan diri dengan kepadatan yang akan dihadapinya.


Dengan begitu, bila calon penumpang tidak yakin untuk mengantre dari stasiun keberangkatan tertentu, bisa menuju stasiun lain yang tidak padat. Sebab, hal ini akan mempengaruhi waktu tempuh perjalanan bagi calon penumpang.

"Melalui gadget kita, kita bisa mengetahui kondisi stasiun, kepadatan stasiun, sehingga kita bisa merencanakan perjalanan kita dan hindari jam sibuk," jelasnya.

Lebih lanjut, aplikasi KRL Access dapat diunduh di App Store maupun Play Store oleh calon penumpang. Setelah itu, calon penumpang bisa langsung melihat informasi kepadatan stasiun, mengambil nomor antrean, hingga check in saat tiba di stasiun.

Sebelumnya, fitur antre ini digunakan untuk uji coba perjalanan di beberapa stasiun baru. Namun, kini sudah diperluas penggunaannya secara permanen kepada calon penumpang di berbagai stasiun.

Anne mengatakan kebijakan ini sengaja diterapkan agar tingkat kenyamanan calon penumpang semakin meningkat di era pandemi covid-19. Selain itu, juga bertujuan untuk memitigasi penyebaran virus corona.

Selain menggunakan aplikasi, KAI juga mengeluarkan kebijakan larangan perjalanan bagi anak berusia balita alias bawah lima tahun. Begitu juga dengan kalangan lanjut usia (lansia).

"Jam operasional lansia itu hanya pukul 10.00-14.00 karena ini di luar jam sibuk, sehingga kita tetap bisa membagi aktivitas tersebut dan masyarakat yang harus keluar rumah tetap bisa beraktivitas," terangnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK