Bantu UMKM, WIKA Smart Block Dongkrak Omzet Sampai 50 Persen

WIKA, CNN Indonesia | Minggu, 19/09/2021 10:09 WIB
WIKA bahu-membahu bersama UMKM dalam WIKA Smart Block yang dihadirkan sebagai solusi atas perubahan perilaku konsumen dan peta kompetisi bisnis di masa pandemi. WIKA bahu-membahu bersama UMKM melalui WIKA Smart Block yang dihadirkan sebagai solusi atas perubahan perilaku konsumen dan peta kompetisi bisnis di masa pandemi. (Foto: Arsip WIKA)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA bahu-membahu bersama para pegiat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam WIKA Smart Block yang dihadirkan sebagai solusi atas perubahan perilaku konsumen dan peta kompetisi bisnis usai pandemi Covid-19 melanda.

Pandemi yang telah berjalan selama lebih dari 1 tahun mengakibatkan pembatasan kegiatan, sehingga konsumen jadi lebih banyak beraktivitas dari rumah dan memanfaatkan teknologi digital. Hal itu sejalan dengan perubahan lanskap industri dan peta kompetisi baru yang ditandai oleh 4 karakteristik bisnis, yaitu hygiene, low-touch, less crowd, dan low-mobility.

Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya mengatakan, kondisi tersebut menggambarkan pelaku UMKM yang menjadi salah satu kelompok paling terdampak pandemi, di mana kebanyakan dilakukan oleh warga kelas menengah ke bawah.


WIKAWIKA bahu-membahu bersama UMKM melalui WIKA Smart Block yang dihadirkan sebagai solusi atas perubahan perilaku konsumen dan peta kompetisi bisnis di masa pandemi. (Foto: Arsip WIKA)

Sebagai bentuk pertahanan terhadap pandemi, pelaku usaha, termasuk UMKM, perlu mengadakan inovasi dalam memproduksi barang dan jasa, sesuai kebutuhan pasar. Untuk itu, WIKA mendukung para pelaku usaha dengan melahirkan WIKA Smart Block (WSB).

"Salah satunya melalui WIKA Smart Block (WSB) yang kami create sebagai platform media promosi dan monitoring UMKM Mitra Binaan." ujar Mahendra

Adapun konsep WSB meliputi aktivitas marketing omni channel bagi UMKM, yaitu pembuatan stand dengan sistem knockdown dan moveable yang digelar secara terintegrasi, dengan dukungan social media exposure, serta aktivasi digital platform.

Menurut Mahendra, sejak dirilis pada April 2021 lalu, WSB sukses mengkatalis omzet transaksi dari penjualan 37 UMKM mitra binaan dalam waktu 4 bulan. Hal itu dinilai menunjukkan pencapaian sinkronisasi produk yang berkualitas dengan optimalisasi wadah pemasaran digital yang tak bisa dipandang sebelah mata.

"Hampir 50 persen dari total omzet yang awalnya sebesar Rp1,45 miliar menjadi Rp2,17 miliar per Agustus 2021 ini. Pada momentum bazaar menyambut Hari Kemerdekaan ke-76 lalu, omzet penjualan UMKM mitra binaan WIKA menyentuh angka Rp135 juta," ujar Mahendra.

Selain itu, kegiatan pendampingan seperti kegiatan berbagi antar UMKM yang dijembatani unit TJSL Perseroan dan Ikatan Ibu-ibu WIKA (IIWIKA) dapat sekaligus menjadi penengah dan pendorong kemunculan berbagai gagasan untuk menjawab persoalan sosial ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi.

"Pandemi memang membuat aktivitas tidak se-mobile biasanya. Namun, melalui platform digital, WSB dan sharing online, komunikasi, transfer ilmu, dan pengalaman tentang produksi, brand awareness, dan inovasi UMKM mitra binaan dapat terjaga," kata Ketua IIWIKA, Dian Agung.

(rea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK