Luhut: Bisa Setop Batu Bara di 2035 Asal Negara Maju Kasih Uang

CNN Indonesia
Sabtu, 13 Nov 2021 08:15 WIB
Menurut Luhut, RI bisa menyetop penggunaan batu bara lebih cepat asalkan negara adidaya memberikan uang untuk membangun pembangkit EBT. Menurut Luhut, RI bisa menyetop penggunaan batu bara lebih cepat asalkan negara adidaya memberikan uang untuk membangun pembangkit EBT. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menegaskan Indonesia bisa menyetop penggunaan batu bara pada 2035, lebih cepat dari kesepakatan, asalkan negara-negara adidaya memberikan pendanaan untuk Indonesia.

Menurut Luhut, dana tersebut dibutuhkan untuk membangun pembangkit energi listrik energi baru dan terbarukan (EBT) menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan batu bara.

"Ya bisa, mau tahun 2035 pun boleh, asal kau (negara adidaya) kasih uang," kata Luhut dalam wawancara dengan CNN TV yang tayang pada Jumat (12/11) sore.

Luhut mengatakan agar dapat berhenti menggunakan batu bara dan beralih ke energi terbarukan harus terlebih dulu membangun sumber energi pengganti. Hal ini dilakukan supaya Indonesia tidak mengalami krisis energi, seperti Inggris dan China.

"Nah kita punya program, mau 2040 pun itu nanti tidak ada batu bara lagi silakan. Tapi kau kasih uangnya untuk kami early retirement supaya kami bisa bangun tadi geothermal-nya, hydro powernya, solar panel, dan seterusnya," terang Luhut.

Ia melanjutkan jika negara maju tidak mau memberikan bantuan, maka Pemerintah Indonesia tidak bisa melakukan apa-apa.

Di sisi lain, Luhut menolak Indonesia menanggung upaya perbaikan alam ini sendirian. Sebab, alam ini rusak bukan hanya karena ulah tangan penduduk atau Pemerintah Indonesia. Melainkan juga karena negara-negara maju.

"Nggak bisa dong mau kita karena kan kerusakan alam ini bukan hanya karena kita, karena kalian malah," ujar Luhut.

Menurut Luhut, dalam pertemuannya dengan Utusan Khusus Perubahan Iklim Amerika Serikat (AS) John Kerry di Washington, John sudah setuju akan membangun pembangkit listrik berbasis energi terbarukan 5,5 giga watt dengan nominal sekitar US$25 miliar.

Luhut dan John Kerry pun sepakat akan menandatangani kesepakatan itu di Glasgow. Namun sayang, John Kerry membatalkan kesepakatan itu.

"Eh mau tanda tangan mereka mundur, kita tunda dulu lah sampai Januari karena masih masalah dana. Jadi kita lebih siap loh," jelasnya.

Sementara itu, ia menambahkan Pemerintah Indonesia akan melakukan program restorasi alam dengan menanam 600.000 mangrove hingga tahun 2023 mendatang.

Penanaman kembali mangrove yang belakangan gencar dilakukan Presiden Jokowi tersebut akan menggunakan dana APBN. "Itu memberikan catch karbon sampai 4-5 kali lebih besar dari hutan," imbuh Luhut.

Karenanya, semestinya saat ini semua pihak mesti bersinergi untuk memperbaiki permasalahan iklim. Sebab, persoalan ini tidak hanya ditanggung oleh Indonesia, sementara negara barat menikmati hasilnya. "Nggak mungkin dong hanya untuk menikmati negara-negara barat, kita menderita," tuturnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut Presiden Joko Widodo telah sepakat untuk mempercepat penghentian penggunaan batu bara pada 2040. "Saya kemarin berbicara dengan Presiden Jokowi bahwa dia setuju untuk mempercepat penghapusan batu bara pada 2040," dikutip dari situs parlemen Inggris, Jumat (29/10).

[Gambas:Video CNN]



(iam/bir)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER