Konsumsi Daging Ayam dan Daging Sapi di RI Terendah se-Asean

CNN Indonesia
Rabu, 24 Nov 2021 07:17 WIB
Pengusaha menilai konsumsi daging ayam dan daging sapi masyarakat Indonesia kalah dibandingkan negara-negara Asean. Pengusaha menilai konsumsi daging ayam dan daging sapi masyarakat Indonesia kalah dibandingkan negara-negara Asean. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Chief Operating Officer (COO) PT Widodo Makmur Perkasa Mega Nurfitriyana mengungkapkan konsumsi daging ayam dan daging sapi oleh masyarakat RI masih rendah. Konsumsi per kapita daging sapi baru menyentuh 11,6 kilogram, sedang daging sapi lebih rendah, yaitu 2,7 kilogram.

"Konsumsi daging sapi dan daging ayam masih rendah dibandingkan negara Asean lainnya," kata Mega dalam Berita Satu Economic Outlook 2022, Selasa (23/11).

Bandingkan dengan Malaysia, yang menurut OECD-FAO, mengkonsumsi daging ayam dan daging sapi 53,1 kg per kapita dan 7,2 kg per kapita. Kemudian, Filipina masing-masing 14,6 kg per kapita dan 3,9 kg per kapita. Lalu, Vietnam 13 kg per kapita dan 7 kg per kapita. Selanjutnya, Thailand masing-masing 8,1 kg per kapita dan 1,6 kg per kapita.


Dengan potensi pasar sebesar jumlah penduduk, yakni 270 juta orang, maka ia memproyeksikan dalam 5 tahun ke depan konsumsi ayam akan meningkat 1,7 persen menjadi 15 kilogram dengan nilai mencapai Rp110 triliun.

Sementara, daging sapi akan naik 0,6 persen menjadi 2,9 kilogram dengan nilai Rp90 triliun.

Selain itu, peningkatan konsumsi daging ayam dan daging sapi akan didorong oleh pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang diperkirakan Rp49,1 juta pada 2025.

Kemudian, menurutnya, konsumsi juga akan didorong oleh meningkatnya jumlah kelas menengah, bonus demografi, hingga usia produktif mencapai 70 persen dibandingkan jumlah populasi.

"Untuk selected food market consumption di Indonesia juga akan terus tumbuh dari Rp977 triliun pada 2020 menjadi Rp1.029 triliun pada 2025, di mana food market consumption ini dikontribusikan oleh daging sapi, daging ayam, telur, jagung, nasi, dan gula," jelasnya.

Dalam mengantisipasi hal tersebut pihaknya akan mengembangkan fasilitas produksi pangan, khususnya daging ayam dan sapi di beberapa pulau, seperti Sumatera hingga Papua.

Tidak hanya itu, ia mengatakan akan melakukan penyuluhan dan pelatihan bersama mitra kerja dan masyarakat lokal. Selain itu, kebijakan pemerintah dinilai penting untuk membantu sektor ini. Salah satunya adalah dengan memberikan subsidi bahan pakan ternak bagi peternak lokal.

[Gambas:Video CNN]



(fry/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER