Cerita Petugas Swab Soal Komitmen Kuat Erick Thohir Tangani Pandemi

Kementerian BUMN | CNN Indonesia
Kamis, 25 Nov 2021 13:41 WIB
Tim Homecare Pertamedika IHC, Gimbong menilai Menteri BUMN Erick Thohir punya komitmen kuat dalam membantu negara maupun masyarakat kecil di kala pandemi. Tim Homecare Pertamedika IHC, Gimbong menilai Menteri BUMN Erick Thohir punya komitmen kuat dalam membantu negara maupun masyarakat kecil di kala pandemi. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Homecare PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation atau Pertamedika IHC, Gimbong, punya penilaian positif terhadap komitmen Menteri BUMN Erick Thohir dalam penanganan pandemi. Menurutnya, komitmen Erick tak perlu ditanyakan, khususnya dalam membantu negara maupun masyarakat kecil di kala pandemi.

Contoh kecilnya, kata Gimbong, Erick membayar sendiri setiap tes PCR yang ia lakukan. Tak hanya untuk diri sendiri, Gimbong mengaku, Erick juga menanggung PCR maupun obat-obatan untuk seluruh tim dan asisten rumah tangganya dengan biaya sendiri.

"Dari awal sampai sekarang ya bayar sendiri di RSPP, tidak ada memanfaatkan wewenang apa pun," ujar Gimbong kepada media di Jakarta, Rabu (24/11).


Gimbong mengatakan Erick sejak awal menjabat pun telah menanggalkan seluruh posisinya di perusahaan guna menghindari konflik kepentingan. Kata Gimbong, Erick menyadari betul vitalnya sektor kesehatan dalam mengeluarkan Indonesia dari pandemi.

"Sejak awal, beliau berkomitmen mengatasi kesehatan dulu baru ekonomi karena sektor ekonomi tidak mungkin pulih tanpa adanya pemulihan di sektor kesehatan terlebih dahulu," ucapnya.

Gimbong masih ingat saat awal pandemi, Erick langsung bergerak cepat dengan memerintahkan seluruh rumah sakit BUMN untuk menjadi rujukan pasien Covid-19.

Gimbong menyebut Erick juga berhasil mendapatkan alat otomatis Cobas untuk mampu mendeteksi virus covid-19 yang diberikan kepada RS Pertamina Jaya. Kala itu, ucap Gimbong, hanya ada dua alat Cobas di Jakarta, satu di antaranya di Pemprov DKI Jakarta.

"Kehadiran alat itu mampu melakukan ribuan tes dalam sehari, saya tahu betul karena saya di lapangan melakukan tes PCR kepada masyarakat," ungkapnya.

Erick, lanjut Gimbong, kemudian memperbanyak alat tersebut untuk didistribusikan ke seluruh rumah sakit BUMN yang ada di Indonesia, mulai dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Sumatera. "Bahkan ide membangun wisma atlet itu berasal dari beliau," kata Gimbong.

Gimbong menilai tuduhan kepada Erick sangat tidak berdasar dan tidak melihat fakta dan komitmen Erick dalam penanganan Covid-19. Pun dengan kakak Erick, Garibaldi Thohir atau Boy Thohir yang menurut Gimbong ikut membantu pemerintah dalam penanganan pandemi melalui sokongan dana.

"Yang menuduh Pak Boy juga tidak benar, beliau itu donatur pertama yang mengumpulkan pengusaha-pengusaha untuk ikut membantu masyarakat," katanya.

(osc/osc)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER