Antusiasme Tinggi Teman Tuli Sambut Pelatihan Bisnis Digital Shopee

Shopee | CNN Indonesia
Jumat, 03 Dec 2021 08:00 WIB
Dengan penuh semangat, para Teman Tuli menerima materi tentang konsep bisnis online di e-commerce, cara berjualan, hingga trik mengenal psikologi pembeli. Sejumlah anggota Komunitas Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Surakarta mengikuti kelas pelatihan bisnis digital di Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo pada Oktober lalu. Dengan penuh semangat, para Teman Tuli menerima materi tentang konsep bisnis online di e-commerce, cara berjualan, hingga trik mengenal psikologi pembeli sebelum berjualan dari trainer Shopee yang didampingi juru bahasa isyarat. (Foto: Arsip Shopee)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah anggota Komunitas Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Surakarta mengikuti kelas pelatihan bisnis digital di Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo pada Oktober lalu.

Dengan penuh semangat, para Teman Tuli menerima materi tentang konsep bisnis online di e-commerce, cara berjualan, hingga trik mengenal psikologi pembeli sebelum berjualan dari trainer Shopee yang didampingi juru bahasa isyarat. Selain itu, peserta juga dilatih memanfaatkan beragam fitur pendukung penjualan.

Salah seorang peserta, Kristian Andi Setiawan, mengaku senang menyambut pelatihan yang mengajarinya tentang cara berbisnis secara digital, mulai dari membuka toko, mengisi katalog, hingga cara promosi produk di Shopee.


"Saya belajar cara membuat deskripsi produk itu seperti apa, agar dapat membuat konsumen akhirnya tertarik untuk membeli. Ini sebuah pengetahuan yang penting untuk saya ketahui," katanya.

Senada, Teman Tuli Kristian, Chakranovi Mahanani menyatakan bahwa pelatihan ini mengantarnya meraih mimpi untuk memiliki usaha online. Dia menyebut, sudah lama memendam keinginan untuk berbisnis digital, namun terhalang oleh kondisi.

"Saya terkendala komunikasi untuk bertanya. Saya juga sudah mengira saya tidak akan paham belajar tentang digital. Setelah di kelas bersama Shopee, saya belajar di sini. Trainer memberikan materi dengan cara yang bisa saya pahami mengenai teknologi digital," ungkap Chakra.

Sementara, Dias Bahary selaku trainer mengungkapkan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi mengenai bisnis digital, antara lain dengan aktif bertanya. Sehingga, peserta tak butuh waktu lama untuk mempraktikkan materi secara langsung.

Pelatihan bersama Teman Tuli ini sekaligus menjadi pengalaman pertama bagi Dias. Dia menjelaskan, perlu mengadakan penyesuaian diri saat berkomunikasi dengan peserta.

"Saya dibantu dengan juru bahasa isyarat, sehingga baik saya maupun peserta dapat berkomunikasi dengan baik, dan saya benar-benar memastikan apakah peserta sudah memahami materi yang saya berikan atau belum," ujarnya.

Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo Sediakan Fasilitas Gratis

ShopeeSejumlah anggota Komunitas Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Surakarta mengikuti kelas pelatihan bisnis digital di Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo pada Oktober lalu. Dengan penuh semangat, para Teman Tuli menerima materi tentang konsep bisnis online di e-commerce, cara berjualan, hingga trik mengenal psikologi pembeli sebelum berjualan dari trainer Shopee yang didampingi juru bahasa isyarat. (Foto: Arsip Shopee)

Menyusul sesi kelas dasar-dasar bisnis online, trainer kemudian memperlihatkan sejumlah fasilitas dan layanan di Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo kepada Teman Tuli. Antara lain, studio untuk foto katalog produk, dan ruang live streaming.

Kemudian, juga ditunjukkan pusat ekspor untuk informasi seputar program ekspor, pusat edukasi yang memberikan informasi seputar jadwal pelatihan dan dapat dipilih oleh para pelaku UMKM, hingga simulasi gudang untuk manajemen stok produk yang baik.

Pelatihan bisnis digital ini dipaparkan merupakan kerja sama antara Shopee dengan Gerkatin Solo yang sengaja menyasar Teman Tuli. Selain untuk memperkenalkan berbagai dasar untuk memulai bisnis digital, pelatihan juga dirancang sejalan dengan komitmen #ShopeeAdaUntukUMKM yang mendorong pemberdayaan Teman Tuli sebagai calon pelaku UMKM.

Ketua Gerkatin Solo, Galih Saputro menyebut pelatihan bisnis digital yang diberikan Shopee ini bak oase bagi Teman Tuli. Pasalnya, Teman Tuli mendapat pengetahuan bahwa saat ini teknologi sudah begitu pesat, dan membuat seseorang bisa berpenghasilan secara mandiri.

"Saya melihat teman-teman begitu tertarik pada materi yang diberikan. Saya senang wawasan kami menjadi bertambah. Trainer menjelaskan dengan sangat inklusif sehingga membuat kami nyaman dan mudah paham mempelajarinya," kata Galih yang juga mengikuti kelas pelatihan.

Kampus UMKM Shopee merupakan wadah yang ditujukan untuk pengembangn diri para seller, sehingga UMKM bisa naik kelas. Kampus UMKM Shopee berada di empat lokasi, masing-masing di Solo, Bandung, Semarang, dan Jakarta. Tak sampai di sana, Shopee menegaskan masih akan terus menambah jumlah kampus di beberapa daerah lain. Seller yang ingin mendaftar untuk mengikuti pelatihan, dapat mengunjungi tautan berikut.

(rea/rea)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER