Richard Branson merupakan miliarder pertama yang berangkat ke luar angkasa lewat perusahaan yang ia dirikan, Virgin Galactic.
Dilansir dari CNN Business, Branson membiayai penuh proyek yang memberangkatkan dirinya dengan dan tiga orang kolega ke lebih dari 50 mil di atas bumi.
Branson berharap teknologi pesawat luar angkasanya dapat digunakan untuk memulai bisnis perjalanan hipersonik yang dapat mengangkut penumpang di seluruh dunia dalam waktu yang lebih singkat dari pesawat komersial tradisional.
Namun, Federal Aviation Administration (FAA) sedang menginvestigasi penerbangan Branson ke luar angkasa karena roket yang ia gunakan sempat berbelok keluar jalur saat turun.
Virgin Galactic (SPCE) tidak akan diizinkan untuk melakukan penerbangan luar angkasa lagi sampai penyelidikan FAA selesai.
2. Jeff Bezos
Pendiri Amazon Jeff Bezos berhasil terbang ke luar angkasa sembilan hari setelah keberangkatan Richard Branson. Ia mengangkasa dengan pesawat roket New Shepard buatan perusahaan luar angkasanya, Blue Origin. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 10 menit.
Blue Origin menyatakan perjalanan ke luar angkasa yang dilakukan Bezos membuka kemungkinan perusahaan untuk menyediakan masa depan di mana orang dapat tinggal dan bekerja di luar angkasa.
Namun, Blue Origin akan terus mengeksplorasi wisata luar angkasa dengan menawarkan tiket 'jalan-jalan' kepada pelanggan berpendapatan tinggi.
Blue Origin dapat melakukan dua penerbangan lagi untuk pelanggan yang membayar pada 2021. Kendati demikian, perusahaan tetap bungkam tentang berapa biaya tiket.
Setidaknya satu tiket terjual pada lelang yang berakhir Juni 2021 lalu dan pemenangnya, yang identitasnya tidak diketahui, setuju untuk membayar lebih dari $28 juta.
Orang itu dijadwalkan terbang bersama Bezos, tetapi mengundurkan diri pada menit terakhir dengan alasan "konflik penjadwalan".
Bersambung ke halaman berikutnya...
3. Elon Musk
Elon Musk sendiri belum pernah diterbangkan ke luar angkasa, seperti dua miliarder sebelumnya. Namun, ia mendirikan perusahaan perjalanan luar angkasanya sendiri yang disebut SpaceX.
SpaceX berencana untuk menempatkan roket Starship kolosal setinggi 400 kaki, yang dimaksudkan untuk mencapai Mars dan kembali ke Bumi untuk pertama kalinya.
Starship ingin mengalahkan roket apa pun yang pernah dibuat, termasuk roket Saturn V yang membawa astronot ke bulan pada abad terakhir.
Namun sama seperti Virgin Galactica, SpaceX mengalami hambatan di kala mendapatkan izin beroperasi dari FAA. Meskipun SpaceX awalnya ditargetkan untuk menyelesaikan semuanya pada akhir 2021, menurut FAA, penilaian lingkungan akan berlanjut hingga setidaknya 28 Februari 2022.
Badan tersebut mengutip "tingginya jumlah komentar yang diajukan" dan "diskusi dan upaya konsultasi dengan pihak konsultan" sebagai alasan penundaan.
4. Yusaku Maezawa
Pengusaha dan miliarder Jepang Yusaku Maezawa berwisata ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Rabu (8/12) lalu.
Ia berangkat menggunakan pesawat ruang angkasa Soyuz MS-20 Rusia dan meluncur dari kosmodrom Baikonur di Kazakhstan.
Perjalanan Maezawa merupakan kali pertama dua dari tiga tempat di roket luar angkasa Soyuz ditempati oleh wisatawan. Terakhir kali Roscosmos membawa turis ke ISS pada 2009 lalu, dengan penerbangan Guy Laliberte dari Kanada, salah satu pendiri Cirque du Soleil.
Tidak diketahui berapa harga yang dibayar Maezawa untuk jalan-jalan ke luar angkasa. Space Adventures, pihak yang merencanakan penerbangan Maezawa menolak menyebutkan angkanya.
Namun, dilansir dari CNN Business Rabu (8/12), Direktur Utama Space Adventures Tom Shelley menyebut bahwa harga pasar saat itu berkisar antara US$50 juta-US$60 juta.
"Jumlahnya pasti mencapai puluhan juta dolar," kata Shelley.
Richard Branson merupakan miliarder pertama yang berangkat ke luar angkasa lewat perusahaan yang ia dirikan, Virgin Galactic.
Dilansir dari CNN Business, Branson membiayai penuh proyek yang memberangkatkan dirinya dengan dan tiga orang kolega ke lebih dari 50 mil di atas bumi.
Branson berharap teknologi pesawat luar angkasanya dapat digunakan untuk memulai bisnis perjalanan hipersonik yang dapat mengangkut penumpang di seluruh dunia dalam waktu yang lebih singkat dari pesawat komersial tradisional.
Namun, Federal Aviation Administration (FAA) sedang menginvestigasi penerbangan Branson ke luar angkasa karena roket yang ia gunakan sempat berbelok keluar jalur saat turun.
Virgin Galactic (SPCE) tidak akan diizinkan untuk melakukan penerbangan luar angkasa lagi sampai penyelidikan FAA selesai.
2. Jeff Bezos
Pendiri Amazon Jeff Bezos berhasil terbang ke luar angkasa sembilan hari setelah keberangkatan Richard Branson. Ia mengangkasa dengan pesawat roket New Shepard buatan perusahaan luar angkasanya, Blue Origin. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 10 menit.
Blue Origin menyatakan perjalanan ke luar angkasa yang dilakukan Bezos membuka kemungkinan perusahaan untuk menyediakan masa depan di mana orang dapat tinggal dan bekerja di luar angkasa.
Namun, Blue Origin akan terus mengeksplorasi wisata luar angkasa dengan menawarkan tiket 'jalan-jalan' kepada pelanggan berpendapatan tinggi.
Blue Origin dapat melakukan dua penerbangan lagi untuk pelanggan yang membayar pada 2021. Kendati demikian, perusahaan tetap bungkam tentang berapa biaya tiket.
Setidaknya satu tiket terjual pada lelang yang berakhir Juni 2021 lalu dan pemenangnya, yang identitasnya tidak diketahui, setuju untuk membayar lebih dari $28 juta.
Orang itu dijadwalkan terbang bersama Bezos, tetapi mengundurkan diri pada menit terakhir dengan alasan "konflik penjadwalan".
Bersambung ke halaman berikutnya...
Elon Musk hingga Yusaku Maezawa
Sejumlah miliarder dunia merogoh koceknya untuk melakukan perjalanan ke luar angkasa. (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI).
3. Elon Musk
Elon Musk sendiri belum pernah diterbangkan ke luar angkasa, seperti dua miliarder sebelumnya. Namun, ia mendirikan perusahaan perjalanan luar angkasanya sendiri yang disebut SpaceX.
SpaceX berencana untuk menempatkan roket Starship kolosal setinggi 400 kaki, yang dimaksudkan untuk mencapai Mars dan kembali ke Bumi untuk pertama kalinya.
Starship ingin mengalahkan roket apa pun yang pernah dibuat, termasuk roket Saturn V yang membawa astronot ke bulan pada abad terakhir.
Namun sama seperti Virgin Galactica, SpaceX mengalami hambatan di kala mendapatkan izin beroperasi dari FAA. Meskipun SpaceX awalnya ditargetkan untuk menyelesaikan semuanya pada akhir 2021, menurut FAA, penilaian lingkungan akan berlanjut hingga setidaknya 28 Februari 2022.
Badan tersebut mengutip "tingginya jumlah komentar yang diajukan" dan "diskusi dan upaya konsultasi dengan pihak konsultan" sebagai alasan penundaan.
4. Yusaku Maezawa
Pengusaha dan miliarder Jepang Yusaku Maezawa berwisata ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Rabu (8/12) lalu.
Ia berangkat menggunakan pesawat ruang angkasa Soyuz MS-20 Rusia dan meluncur dari kosmodrom Baikonur di Kazakhstan.
Perjalanan Maezawa merupakan kali pertama dua dari tiga tempat di roket luar angkasa Soyuz ditempati oleh wisatawan. Terakhir kali Roscosmos membawa turis ke ISS pada 2009 lalu, dengan penerbangan Guy Laliberte dari Kanada, salah satu pendiri Cirque du Soleil.
Tidak diketahui berapa harga yang dibayar Maezawa untuk jalan-jalan ke luar angkasa. Space Adventures, pihak yang merencanakan penerbangan Maezawa menolak menyebutkan angkanya.
Namun, dilansir dari CNN Business Rabu (8/12), Direktur Utama Space Adventures Tom Shelley menyebut bahwa harga pasar saat itu berkisar antara US$50 juta-US$60 juta.
"Jumlahnya pasti mencapai puluhan juta dolar," kata Shelley.