Mengintip Kisah Sukses Bisnis Keluarga Bandeng Juwana Elrina

ShopeePay | CNN Indonesia
Jumat, 21 Jan 2022 17:22 WIB
Berkunjung ke Semarang, wisatawan pasti sudah tidak asing lagi dengan Bandeng Juwana Elrina, bisnis keluarga yang telah berdiri sejak 1981. Inovasi dan adaptasi sesuai dengan perkembangan zaman menjadi kunci sukses bagi bisnis Bandeng Juwana Elrina yang berbasis di Semarang. (Foto: ShopeePay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berbicara soal kuliner, yang terlintas tentu tidak jauh dari wisata. Wisata kuliner daerah memiliki keistimewaan tersendiri di hati masyarakat Indonesia, khususnya dengan menu yang beragam dan cita rasa yang unik di setiap wilayahnya.

Semarang merupakan salah satu destinasi wisata terkemuka di Indonesia yang terkenal dengan kuliner, seperti wingko babat, lumpia, hingga ikan bandeng.

Berkunjung ke Semarang, wisatawan pasti sudah tidak asing lagi dengan Bandeng Juwana Elrina, yang memiliki beragam varian olahan ikan bandeng dan selalu menjadi buruan masyarakat lokal atau wisatawan baik untuk dimakan di tempat atau oleh-oleh.


Bisnis kuliner ikan bandeng yang telah berdiri sejak 3 Januari 1981 ini juga merupakan merchant lokal ShopeePay yang turut berpartisipasi dalam program ShopeePay Semangat UMKM Lokal Semarang pada 16 - 22 Januari 2022.

Program tersebut menghadirkan promo spesial berupa Cashback 60 persen yang ditawarkan di berbagai bisnis UMKM di Semarang, guna mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi.

Bandeng Juwana Elrina didirikan dari ide awal sang pendiri, yakni Dokter Daniel Nugroho Setiabudhi. Ide ini tercetus dari pemantauan yang melihat ramainya bisnis bandeng duri lunak di Semarang.

Sejak setahun sebelum Bandeng Juwana Elrina didirikan, Daniel sudah melakukan berbagai uji coba resep bandeng berduri lunak menggunakan pressure cooker yang dimilikinya. Hasil uji coba itu dibagikan kepada teman-teman dekat Daniel untuk dicoba.

Setelah lama meracik resep terbaik bandeng duri lunak, akhirnya pada Januari 1981, Bandeng Juwana Elrina mulai dijual di depan rumahnya.

Arif Honggowijoyo Kusmadi, Direktur Utama PT Bandeng Juwana sekaligus anak dari sang pendiri, menjelaskan bahwa usaha Bandeng Juwana Elrina dirintis oleh sang ayah untuk mencari penghasilan tambahan demi menyekolahkan anak-anaknya.

"Pada awalnya ia berkeinginan untuk membuka usaha toko roti, namun karena keterbatasan modal, akhirnya ia memilih usaha lain. Saat itu bisnis olahan ikan bandeng sudah banyak digemari, dan tercetuslah ide untuk membuat produk ikan bandeng duri lunak yang diracik dengan resep keluarga yang berbeda dari yang lain," jelasnya.

Perlahan tapi pasti, Bandeng Juwana Elrina terus berkembang. Kini, usaha bandeng tersebut sudah memiliki empat cabang di Kota Semarang dan sudah dikenal tidak hanya di kalangan masyarakat Semarang, tetapi juga di kalangan masyarakat luas, termasuk wisatawan domestik dan asing.

Menariknya, tak hanya inovasi yang dilakukan Bandeng Juwana Elrina. Bandeng Juwana Elrina selalu beradaptasi sesuai dengan perkembangan zaman. Ini menjadi kunci sukses bagi bisnis Bandeng Juwana Elrina.

"Keunikan rasa dari resep keluarga telah membawa Bandeng Juwana Elrina hingga berkembang sampai sekarang, dan kami terus berupaya untuk menghadirkan berbagai inovasi kepada pelanggan setia kami," tuturnya.

Setelah hampir 41 tahun sejak Bandeng Juwana Elrina dirintis, produk yang ditawarkan kini mencapai hingga sekitar 70 varian, termasuk Bandeng Duri Lunak, Bandeng Dalam Sangkar, Bandeng Pepes, hingga produk olahan seperti Otak-Otak Bandeng.

Berbagai inovasi produk yang dihadirkan dari tahun ke tahun dilandasi dengan analisis minat konsumen dalam membeli produk ikan bandeng.

"Dari berbagai varian produk yang kami tawarkan, Bandeng Duri Lunak adalah yang paling digemari pelanggan dan sering sekali dijadikan oleh-oleh ketika berkunjung ke Semarang," jelas Arif.

Meskipun bisnis kuliner bandeng yang dipimpin oleh Arif telah berdiri sejak lama, Bandeng Juwana Elrina juga mengalami masa adaptasi di awal masa pandemi.

Beruntungnya, Bandeng Juwana Elrina mampu beradaptasi cepat dengan bergabung sebagai merchant ShopeePay sejak pertengahan tahun 2020.

Arif mengakui ekosistem pembayaran yang efektif melalui penggunaan layanan pembayaran digital sangat membantu bisnisnya ketika terjadi penurunan penjualan di masa pandemi.

ShopeePay kini tidak hanya digunakan oleh kalangan muda saja, namun masyarakat dari berbagai generasi sebelumnya juga sudah mulai terbiasa menggunakannya.

Dari sisi pelanggan, Arif melihat bahwa menyediakan layanan pembayaran ShopeePay menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan, karena pelanggan dapat dengan mudah berbelanja produk kuliner bandeng secara cashless dan mendapatkan keuntungan lebih melalui promo cashback yang ditawarkan.

"Saya juga berpesan sekaligus mengajak para pelaku UMKM lokal supaya lebih mampu menyesuaikan diri dengan digitalisasi, karena kita tidak bisa berhenti di pembayaran konvensional saja. Banyak sekali keuntungan dari mengadopsi layanan pembayaran digital seperti ShopeePay ini," tutup Arif.

(aor/aor)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER