Jokowi Kesal Realisasi Belanja Produk Made in Indonesia Baru Rp214 T

aud | CNN Indonesia
Jumat, 25 Mar 2022 11:14 WIB
Presiden Jokowi mengatakan realisasi anggaran pengadaan barang dan jasa buatan Indonesia baru Rp214 triliun dari target Rp400 triliun pada Mei 2022. Presiden Jokowi mengatakan realisasi anggaran pengadaan barang dan jasa baru Rp214 triliun dari target Rp400 triliun pada Mei 2022. (Lukas - Biro Pers).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan realisasi pengadaan barang dan jasa dari dalam negeri baru atau made in Indonesia Rp214 triliun per Jumat (25/3) pagi. Angka ini setara dengan 14 persen dari total anggaran yang sebesar Rp1.481 triliun.

Jokowi menjelaskan anggaran untuk pengadaan barang dan jasa begitu besar tahun ini. Rinciannya, anggaran pusat sebesar Rp526 triliun, daerah Rp535 triliun, dan badan usaha milik negara (BUMN) Rp420 triliun, sehingga totalnya mencapai Rp1.481 triliun.

"Ini uang besar sekali, tidak pernah kita lihat dan ini kalau digunakan 40 persen saja (untuk pengadaan barang dan jasa dari dalam negeri), maka dapat mendorong pertumbuhan ekonomi," ungkap Jokowi dalam Pengarahan Presiden RI tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia, Jumat (25/3).


Ia mengatakan kementerian dan BUMN tak perlu repot-repot mencari investor untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Menurut dia, ekonomi RI akan otomatis tumbuh jika seluruh anggaran pengadaan barang dan jasa ikut dirasakan oleh pelaku UMKM.

"Tidak perlu cari investor, kita diam saja, tapi konsisten beli barang yang diproduksi pabrik-pabrik, industri-industri, UMKM-UMKM kita. Bodoh sekali kalau tidak lakukan ini," tegas Jokowi.

Mantan gubernur DKI Jakarta ini mengaku heran karena masih ada pihak kementerian atau BUMN yang membeli CCTV secara impor. Padahal, banyak perusahaan lokal yang memproduksi barang tersebut.

"Apa-apaan ini, dipikir kita bukan negara yang maju buat CCTV saja beli impor," imbuh Jokowi.

Bahkan, seragam hingga sepatu tentara dan polisi juga beli dari luar negeri. Belum lagi alat kesehatan, pulpen, dan buku tulis juga impor.

"Jangan ini diteruskan, stop. Kalau semua beli produk dalam negeri maka lompat ekonomi kita," ucap Jokowi.

Ia menargetkan pengadaan barang dan jasa tembus Rp400 triliun sebelum 10 Mei 2022. Jika ini tercapai, Jokowi percaya dampaknya akan luar biasa bagi ekonomi RI.

Kepala negara juga menyinggung beberapa kementerian yang memiliki anggaran untuk pengadaan barang dan jasa cukup besar. Misalnya, Kementerian PUPR sebesar Rp92 triliun, Kementerian Pertahanan Rp68 triliun, Polri Rp56 triliun, dan Kementerian Kesehatan Rp36 triliun.

"Ini besar-besar. Saya sebut yang besar-besar saja. Lalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rp29 triliun. Hati-hati ini tadi pagi saya cek baru Rp2 triliun, kelihatannya ada yang tidak semangat di kementerian," ujar Jokowi.

[Gambas:Video CNN]

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER