3 Negara Mayoritas Muslim Paling Miskin di Dunia, PDB Cuma Rp7,34 Juta
CNN Indonesia
Rabu, 04 Mei 2022 10:43 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Beberapa negara dengan mayoritas penduduk Islam mencatatkan PDB sangat rendah. Berikut tiga negara Islam paling miskin di dunia. (AP/Leo Correa).
Jakarta, CNN Indonesia --
Islam adalah salah satu agama dengan jumlah pengikut terbanyak di dunia. Namun, warga muslim tidak tersebar merata, melainkan hanya terkonsentrasi di beberapa negara kaya maupun miskin.
Berbagai negara dengan mayoritas muslim memiliki kondisi geografis dan demografis beragam. Beberapa dapat memanfaatkan kondisi tersebut, sehingga berhasil menjadi negara makmur.
Tengok saja Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab yang sering menjadi sorotan karena mampu mengelola kekayaan alamnya. Tak heran, mereka dapat unggul secara perekonomian dibanding negara muslim lain.
Di sisi lain, masih ada beberapa negara dengan penduduk mayoritas muslim yang masuk kategori miskin. Hal itu terlihat dari produk domestik bruto (PDB) masing-masing negara.
Berikut tiga negara mayoritas muslim termiskin di dunia:
1. Sierra Leone
Sierra Leone merupakan sebuah negara di Afrika Barat, tepatnya di pesisir Samudra Atlantik. Negara ini berbatasan dengan Guinea di sebelah utara, Liberia di tenggara, dan Samudra Atlantik di barat daya.
Negara ini memiliki total populasi sebanyak 8.692.606 jiwa dengan 77,1 persen di antaranya beragama Islam.
Sierra Leone sangat miskin dan hampir setengah dari penduduk usia kerja terlibat dalam pertanian subsisten. Negara ini sebenarnya memiliki sumber daya mineral, pertanian, dan perikanan yang substansial.
Namun, mereka masih belum pulih dari perang saudara yang menghancurkan sebagian besar institusi sebelum berakhir pada awal 2000-an.
Hampir dua dekade setelah perang berakhir, Sierra Leone masih berjuang memulihkan ekonomi mereka. Sierra mencatat PDB per kapita sebesar US$509,3 atau Rp7,34 juta (asumsi kurs Rp14.422 per dolar AS) pada 2020.
Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi negara itu didorong oleh sektor pertambangan. Ekspor utama Sierra Leone adalah bijih besi, berlian, dan rutile.
Meski begitu, harga keekonomian dari komoditas tersebut rentan terhadap fluktuasi harga internasional.
Niger adalah negara yang terkurung oleh daratan di bagian barat Afrika. Negara ini memiliki populasi 24.484.587 jiwa dengan 99,3 persen di antaranya muslim.
PBB menempatkan Niger sebagai negara terbelakang kedua di dunia pada 2016 karena berbagai faktor, seperti kerawanan pangan, kurangnya industri, pertumbuhan penduduk yang tinggi, dan sektor pendidikan yang lemah.
Perekonomian Niger berpusat pada tanaman subsisten, ternak, dan beberapa deposit uranium terbesar di dunia. Sektor pertanian menyumbang sekitar 40 persen dari PDB dan menyediakan mata pencaharian bagi lebih dari 80 persen populasi.
Dilansir dari World Bank, PDB Niger tercatat US$567,6 atau Rp8,17 juta pada 2020. Pertumbuhan penduduk yang tak terkontrol di negara itu juga membuat situasi ekonomi masyarakat semakin sulit.
3. Yaman
Yaman memiliki jumlah penduduk sebanyak 30.984.689. Mayoritas atau 99,1 persen dari total tersebut memeluk agama Islam.
Namun, Yaman adalah negara berpenghasilan rendah dengan PDB sebesar US$758,1 atau Rp10,93 juta. Negara itu juga sedang menghadapi beragam tantangan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.
Salah satunya perang saudara yang berlangsung telah menghentikan aktivitas ekspor, menekan nilai tukar mata uang, mempercepat inflasi, serta kerusakan infrastruktur yang meluas.
Konflik tersebut juga telah menciptakan krisis kemanusiaan yang parah, lebih dari tujuh juta orang berisiko kelaparan, dan lebih dari 80 persen populasi membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Selain itu, perang juga membuat bank sentral tidak dapat lagi sepenuhnya mendukung impor barang-barang penting. Sektor swasta mengalami kebangkrutan, di mana hampir semua bisnis melakukan PHK besar-besaran.
Islam adalah salah satu agama dengan jumlah pengikut terbanyak di dunia. Namun, warga muslim tidak tersebar merata, melainkan hanya terkonsentrasi di beberapa negara kaya maupun miskin.
Berbagai negara dengan mayoritas muslim memiliki kondisi geografis dan demografis beragam. Beberapa dapat memanfaatkan kondisi tersebut, sehingga berhasil menjadi negara makmur.
Tengok saja Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab yang sering menjadi sorotan karena mampu mengelola kekayaan alamnya. Tak heran, mereka dapat unggul secara perekonomian dibanding negara muslim lain.
Di sisi lain, masih ada beberapa negara dengan penduduk mayoritas muslim yang masuk kategori miskin. Hal itu terlihat dari produk domestik bruto (PDB) masing-masing negara.
Berikut tiga negara mayoritas muslim termiskin di dunia:
1. Sierra Leone
Sierra Leone merupakan sebuah negara di Afrika Barat, tepatnya di pesisir Samudra Atlantik. Negara ini berbatasan dengan Guinea di sebelah utara, Liberia di tenggara, dan Samudra Atlantik di barat daya.
Negara ini memiliki total populasi sebanyak 8.692.606 jiwa dengan 77,1 persen di antaranya beragama Islam.
Sierra Leone sangat miskin dan hampir setengah dari penduduk usia kerja terlibat dalam pertanian subsisten. Negara ini sebenarnya memiliki sumber daya mineral, pertanian, dan perikanan yang substansial.
Namun, mereka masih belum pulih dari perang saudara yang menghancurkan sebagian besar institusi sebelum berakhir pada awal 2000-an.
Hampir dua dekade setelah perang berakhir, Sierra Leone masih berjuang memulihkan ekonomi mereka. Sierra mencatat PDB per kapita sebesar US$509,3 atau Rp7,34 juta (asumsi kurs Rp14.422 per dolar AS) pada 2020.
Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi negara itu didorong oleh sektor pertambangan. Ekspor utama Sierra Leone adalah bijih besi, berlian, dan rutile.
Meski begitu, harga keekonomian dari komoditas tersebut rentan terhadap fluktuasi harga internasional.
Beberapa negara dengan mayoritas penduduk Islam mencatatkan PDB sangat rendah. Berikut tiga negara Islam paling miskin di dunia. (Reuters/Fawaz Salman).
2. Niger
Niger adalah negara yang terkurung oleh daratan di bagian barat Afrika. Negara ini memiliki populasi 24.484.587 jiwa dengan 99,3 persen di antaranya muslim.
PBB menempatkan Niger sebagai negara terbelakang kedua di dunia pada 2016 karena berbagai faktor, seperti kerawanan pangan, kurangnya industri, pertumbuhan penduduk yang tinggi, dan sektor pendidikan yang lemah.
Perekonomian Niger berpusat pada tanaman subsisten, ternak, dan beberapa deposit uranium terbesar di dunia. Sektor pertanian menyumbang sekitar 40 persen dari PDB dan menyediakan mata pencaharian bagi lebih dari 80 persen populasi.
Dilansir dari World Bank, PDB Niger tercatat US$567,6 atau Rp8,17 juta pada 2020. Pertumbuhan penduduk yang tak terkontrol di negara itu juga membuat situasi ekonomi masyarakat semakin sulit.
3. Yaman
Yaman memiliki jumlah penduduk sebanyak 30.984.689. Mayoritas atau 99,1 persen dari total tersebut memeluk agama Islam.
Namun, Yaman adalah negara berpenghasilan rendah dengan PDB sebesar US$758,1 atau Rp10,93 juta. Negara itu juga sedang menghadapi beragam tantangan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.
Salah satunya perang saudara yang berlangsung telah menghentikan aktivitas ekspor, menekan nilai tukar mata uang, mempercepat inflasi, serta kerusakan infrastruktur yang meluas.
Konflik tersebut juga telah menciptakan krisis kemanusiaan yang parah, lebih dari tujuh juta orang berisiko kelaparan, dan lebih dari 80 persen populasi membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Selain itu, perang juga membuat bank sentral tidak dapat lagi sepenuhnya mendukung impor barang-barang penting. Sektor swasta mengalami kebangkrutan, di mana hampir semua bisnis melakukan PHK besar-besaran.