Saham Nike dan Adidas Amblas Imbas Lonjakan Covid-19 di China

CNN Indonesia
Senin, 09 Mei 2022 10:21 WIB
Saham sejumlah produsen pakaian dan sepatu atletik, seperti Under Armour, Nike, dan Adidas amblas terimbas lonjakan kasus covid-19 di China. Saham sejumlah produsen pakaian dan sepatu atletik, seperti Under Armour, Nike, dan Adidas amblas terimbas lonjakan kasus covid-19 di China. Ilustrasi. (REUTERS/Maxim Shemetov).
Jakarta, CNN Indonesia --

Saham sejumlah produsen pakaian dan sepatu atletik, seperti Under Armour, Nike, dan Adidas amblas terimbas lonjakan kasus covid-19 di China.

Mengutip CNN Business, Senin (9/5), saham Under Armour jatuh 25 persen setelah perusahaan mengumumkan rugi US$60 juta atawa setara Rp870 miliar (asumsi kurs Rp14,513 per dolar AS). Kerugian tersebut akibat permasalahan rantai suplai di China.

Sejak akhir Maret, Pemerintah China mulai memberlakukan penguncian wilayah di Shanghai dan sekitarnya karena jumlah kasus yang tak terkendali. Sebanyak 8 juta penduduk tak bisa keluar rumah alias terkunci.


Under Armour sudah memprediksi bahwa permasalahan di wilayah Asia akan terus berdampak buruk pada bisnisnya.

"Tren ini, yang kami percaya bersifat sementara, akan terus berdampak terhadap bisnis kita di 2022," kata CEO Under Armour Patrik Frisk.

Adidas juga mengalami hal yang sama, dengan penjualan mereka menurun sebesar 35 persen akibat hambatan rantai suplai dan lingkungan pasar yang menantang di China.

"Pendapatan di China diperkirakan menurun secara signifikan pada 2022," kata Adidas.

Saham perusahaan sudah turun 5 persen pada Jumat lalu. Laba bersihnya juga jatuh 38 persen pada kuartal pertama 2022 menjadi US$327 juta, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurunnya performa kedua brand tersebut ikut menyeret perusahaan atletik lain, seperti Nike dan Lululemon. Saham Nike turun 3 persen sedangkan Lululemon turun 7 persen.

Hal ini dikarenakan China sebagai pasar utama bagi perusahaan-perusahaan tersebut kini membatasi mobilitas penduduknya. Sehingga, pendapatan dari pasar, sekaligus rantai pasokannya yang mayoritas dari Asia menjadi terhambat.

[Gambas:Video CNN]



(tdh/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER