Sektor Transportasi-Pergudangan Tumbuh 15,79 Persen di Kuartal I 2022

CNN Indonesia
Rabu, 11 Mei 2022 17:09 WIB
BPS menyatakan sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 15,79 persen pada kuartal I 2022. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi dibanding sektor lainnya. BPS menyatakan sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 15,79 persen pada kuartal I 2022. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi dibanding sektor lainnya. (CNNIndonesia/Yandhi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 15,79 persen pada triwulan I-2022. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi dibanding sektor usaha lainnya.

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengatakan pertumbuhan sektor logistik yang tinggi itu didorong terutama oleh pertumbuhan lapangan usaha perdagangan (5,71 persen), industri pengolahan (5,07 persen) dan konstruksi (4,83 persen).

Pertumbuhan transportasi dan pergudangan juga dipacu oleh pertumbuhan ekspor (16,22 persen) dan impor (15,03 persen).


Pada triwulan I-2022, moda transportasi laut turun 0,59 persen dan moda transportasi rel naik 14,16. Jika dilihat secara kuartalan, moda transportasi laut turun sebesar 1,41 persen dan moda transportasi rel turun 6,33 persen.

Selain itu, jumlah barang yang diangkut dengan moda transportasi rel naik sebesar 14,16 persen menjadi 13,47 juta ton. Sedangkan jumlah barang yang diangkut dengan moda transportasi laut turun 0,59 persen atau menjadi 78,06 juta ton dibanding periode yang sama pada 2021.

Volume angkutan barang dengan moda transportasi rel dan moda transportasi laut mengalami penurunan. Sementara sektor logistik menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Menurut analisis SCI, kondisi tersebut terjadi karena pengangkutan barang semakin didominasi oleh moda transportasi jalan (trucking), sama seperti yang terjadi selama ini.

Misalnya, berdasarkan data BPS tahun 2021, moda transportasi jalan berkontribusi terhadap PDB subsektor transportasi sebesar 69,38 persen, moda transportasi laut 8,71 persen dan moda transportasi rel 1,38 persen.

SCI menilai dominasi moda transportasi jalan kurang baik karena untuk pengangkutan jarak menengah dan jauh moda ini sebenarnya kurang efisien dibandingkan moda transportasi laut dan rel.

[Gambas:Video CNN]

"Dominasi moda transportasi jalan disebut terjadi karena sistem transportasi multimoda belum berkembang secara baik," ujar SCI dalam pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (11/5).

Dengan karakteristik geografis yang merupakan negara kepulauan, Indonesia disebut perlu mengembangkan sistem transportasi multimoda dengan transportasi laut sebagai tulang punggung. Hal ini akan mendorong penggunaan semua moda transportasi secara proporsional.

SCI juga menyatakan pengembangan sistem transportasi multimoda harus dilakukan dengan perencanaan terpadu. Perlu perbaikan fasilitas dan proses di simpul-simpul transportasi seperti pelabuhan, bandara, dan terminal barang kereta api.

(fby/agt)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER