BNI Resmi Akuisisi Bank Mayora

Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Jumat, 20 Mei 2022 07:59 WIB
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) resmi mengakuisisi PT Bank Mayora sejak Rabu (18/5). PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) resmi mengakuisisi PT Bank Mayora sejak Rabu (18/5). Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk alias BNI akhirnya resmi mengambil alih kepemilikan atau akuisisi PT Bank Mayora sejak Rabu (18/5).

Hal ini merujuk pada pernyataan bank BUMN itu kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam keterbukaan informasi melalui Surat Nomor KMP/7/2158 tertanggal 19 Mei 2022.

"Perseroan telah menyelesaikan pengambilalihan atas PT Bank Mayora," ungkap Corporate Secretary BNI Mucharom dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (19/5).


Bank berlogo 46 itu memastikan akuisisi akan berdampak positif terhadap kinerja perusahaan ke depan. Sebab, akuisisi ini dilakukan dalam rangka mendukung transformasi perusahaan menjadi bank digital yang terintegrasi.

Sebelumnya, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan perusahaan akan membuat bank digital sejalan dengan tren di industri perbankan nasional saat ini.

Targetnya, bank digital BNI bisa melayani kalangan masyarakat dan UMKM di Tanah Air yang kini terjebak pinjaman online (pinjol).

"Kami memiliki visi agar bank digital ini juga bisa fokus untuk UMKM terutama yang tradisional UMKM yang saat ini banyak mungkin terjebak dengan pinjol, pinjaman-pinjaman online yang seperti itu," kata Royke.

Kendati begitu, Royke belum memberi proyeksi seberapa banyak kira-kira jumlah nasabah yang bisa digaet bank dari kalangan ini. Begitu juga dengan pasar pinjol yang dimaksud, apakah berasal dari pinjol legal atau ilegal.

"Tapi ini akan kami coba bantu, sehingga membantu UMKM yang punya potensi untuk tumbuh ke depan karena engine pertumbuhan masih dari segmen UMKM," jelasnya.

Royke menjelaskan bank digital BNI ke depan bisa menggarap kalangan ini karena diharapkan layanan pembayaran dan fasilitas kredit yang diberikan bisa lebih murah dari bank konvensional. Harapan ini muncul karena bank digital menggunakan teknologi yang bisa memungkinkan terciptanya efisiensi.

"Kami ingin memiliki bank digital yang teknologi tinggi sehingga cost bisa relatif rendah, suku bunga juga relatif bisa kita tekan. Ini akan menjangkau banyak target market yang belum kami tap selama ini," tutupnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER