Bahlil: Ekspor Olahan Nikel Kadar di Bawah 50 Persen Akan Dilarang

Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Senin, 23 Mei 2022 21:00 WIB
Pemerintah akan melarang ekspor produk olahan nikel dengan kadar di bawah 50 persen untuk meningkatkan nilai tambah. Pemerintah akan melarang ekspor produk olahan nikel dengan kadar di bawah 50 persen untuk meningkatkan nilai tambah. (Rusman - Biro Pers).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia akan melarang ekspor produk olahan nikel dengan kadar di bawah 50 persen untuk meningkatkan nilai tambah.

"Indonesia tidak akan lagi mengizinkan ekspor pengelolaan nikel (kadar) di bawah 50 persen, harus 60-70 persen," ujar Bahlil dalam Indonesia Economic Outlook 2022 and The G20 Presidency, Senin (23/5).

Bahlil juga menyebut pemerintah akan fokus pada nikel untuk ekosistem baterai mobil. Saat ini sejumlah perusahaan telah berinvestasi di industri baterai mobil, termasuk LG Energy Solution Ltd dan Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL),


Untuk LG, pemerintah membangun 30 Giga sel baterai pada tahap pertama. CATL juga membangun ekosistem yang sama dengan membangun 20-30 Giga baterai sel pada tahap pertama. Pemerintah juga menargetkan jumlah baterai sel pada masa mendatang.

"Pada tahun keenam, ketujuh pasca produksi, kita merencanakan minimal 15 Giga harus ada dari Indonesia," ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, membangun pabrik baterai sel itu harus dekat dengan pabrik mobil. Bahkan, kebijakan tersebut merupakan bagian politik internal negara tertentu.

"Menurut kami, ini adalah sebuah kebijakan politik internal negara tertentu tapi kami juga punya cara. Ketika kami dipaksa untuk bahan baku kami dikirim, maka kami akan mengenakan pajak ekspor yang lebih," ujar Bahlil.

[Gambas:Video CNN]



 

(fby/sfr)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER