Putin Keluarkan Dekrit Demi Cegah Rusia dari Ancaman Gagal Bayar Utang

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jun 2022 07:52 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan dekrit demi mencegah negaranya dari ancaman gagal bayar utang. Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan dekrit demi mencegah negaranya dari ancaman gagal bayar utang. (AFP/MIKHAIL METZEL).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit berisi prosedur sementara terkait kewajiban bayar utang luar negeri (ULN). Dekrit ia keluarkan saat negara itu berada di ambang default alias gagal bayar utang.

Pemerintah Negeri Beruang Merah berulang kali mengatakan tidak ada alasan bagi Rusia untuk gagal membayar utangnya. Pemerintah mengatakan mereka memiliki dana untuk membayar tetapi tidak dapat melakukan pembayaran bunga kepada pemegang obligasi karena sanksi.

Rusia menuduh Barat mencoba mendorong negeranya ke default buatan. Oleh karena itu, Putin memberi pemerintah 10 hari dalam memilih bank untuk menangani pembayaran Eurobonds di bawah skema baru.


Hal itu menunjukkan Rusia akan mempertimbangkan kewajiban utangnya terpenuhi ketika membayar pemegang obligasi dalam rubel.

"Kewajiban Eurobonds dari Federasi Rusia akan dianggap dipenuhi dengan benar jika dieksekusi dalam rubel dengan jumlah yang setara dengan nilai kewajiban dalam mata uang asing," kata dekrit tersebut seperti dikutip dari Reuters, Kamis (23/6).

Dekrit tersebut juga menyatakan nilai tukar akan didasarkan pada nilai tukar di pasar uang internal Rusia pada hari pembayaran.

Obligasi mata uang kertas Rusia senilai US$40 miliar telah menjadi titik nyala dalam sanksi keuangan yang dikenakan oleh modal Barat.

[Gambas:Video CNN]

Terlepas dari pembatasan yang ketat, Moskow sejauh ini berhasil menghindari default dan melakukan pembayaran kepada pemegang internasional pada tujuh eurobond yang berbeda sejak awal perang. Hal itu dilakukan dengan cara baru dalam mentransfer uang dan solusi baru lainnya.

Ekonom Utama Oxford Economics Tatiana Orlova mengatakan tindakan rusia untuk membayar utang adalah dengan membangun mekanisme Kementerian Keuangan untuk melakukan pembayaran dalam rubel ke bank yang tidak berada di bawah sanksi Barat.

"Rusia mencoba mengalihkan bola dari pengadilan mereka sendiri ke investor," kata dia.

Rusia mengatakan telah mentransfer uang tunai ke National Settlement Depository. Tetapi sanksi barat kemungkinan mencegah dana tersebut berkembang lebih jauh.

Untuk mencegah default, dana secara luas harus dibayarkan dalam mata uang yang sesuai ke rekening pemegang obligasi dalam jangka waktu yang ditentukan.

Kementerian keuangan mengatakan pekan lalu Rusia akan membayar rubel pada Eurobonds yang nantinya dapat dikonversi ke mata uang asing.

(mrh/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER