Pertamina Masih Sosialisasi Beli Pertalite-Solar via Aplikasi Ponsel

CNN Indonesia
Minggu, 03 Jul 2022 09:47 WIB
Pertamina membuka proses pendaftaran untuk pembelian BBM jenis Pertalite dan Solar bersubsidi selama dua minggu mulai 1 Juli 2022. Pertamina membuka proses pendaftaran untuk pembelian BBM jenis Pertalite dan Solar bersubsidi selama dua minggu mulai 1 Juli 2022. (Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga masih melakukan sosialisasi pembelian BBM jenis Pertalite dan Solar bersubsidi via aplikasi atau website MyPertamina.

Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan implementasi pembelian Pertalite dan Solar subsidi menggunakan aplikasi dan website MyPertamina mulai 1 September 2022.

Hal itu akan berlaku di seluruh Pulau Jawa, Palu, Pontianak, dan Mataram.

Ia mengatakan implementasi itu akan dilakukan secara bertahap. Untuk gelombang pertama, Pertamina akan mewajibkan pembelian dengan aplikasi atau website MyPertamina di beberapa daerah.

Lalu, gelombang kedua akan berlalaku di seluruh Pulau Jawa. Setelah itu bergerak ke Palu, Pontiana, dan Mataram.

"Gelombang II nya batu nanti kami akan melihat perkembangan di Pulau Jawa, tapi gelombang II ni mungkin kami rencanakan di pertengahan Agustus atau 1 September," ucap Ega, Rabu (29/6).

Dalam kesempatan sebelumnya, Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading Pertamina Irto Ginting mengatakan pihaknya membuka proses pendaftaran untuk pembelian BBM jenis Pertalite dan Solar bersubsidi selama dua minggu mulai 1 Juli 2022.

"Selama dua minggu kami buka registrasi," ungkap Irto.

Meski ada program pendaftaran, tetapi Irto menekankan masyarakat tetap bisa membeli Pertalite dan Solar meski belum mendaftar di aplikasi atau website di MyPertamina selama dua minggu ke depan.

"Masyarakat tidak perlu panik, dua minggu ke depan masih bisa isi (meski pengguna belum mendaftar diri di aplikasi atau website MyPertamina)," terang Irto.

Setelah dua minggu itu, Irto mengatakan pihaknya masih akan melihat situasi di lapangan terlebih dahulu. Ia belum bisa memastikan apakah masyarakat yang tak mendaftar atau tak masuk kriteria nantinya dilarang membeli Pertalite dan Solar atau tidak.

"Nanti kami atur kemudian, kami melihat dulu progress nya. Tapi saya rasa tidak sampai pada tidak boleh isi (Pertalite dan Solar), mungkin ada batasan (untuk membeli Pertalite dan Solar). Tapi lihat progress dalam dua minggu," jelas Irto.

Untuk tahap pertama, kata Irto, pendaftaran akan dibuka di lima provinsi, yakni Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan Yogyakarta.

"Iya baru lima provinsi, tapi di masing-masing provinsi berlaku di 10-11 kota/kabupaten," imbuh Irto.

Ia mengatakan masyarakat bisa mendaftar di aplikasi atau website MyPertamina. Setelah itu, manajemen akan mengonfirmasi apakah kendaraan yang didaftarkan berhak untuk mendapatkan pertalite atau solar.

Jika sudah terkonfirmasi, pengguna akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukkan bahwa data mereka cocok. Dengan demikian, pengguna bisa membeli Pertalite dan Solar.

Nantinya, Pertamina akan menyesuaikan STNK dan nomor polisi pengguna dengan data yang didaftarkan di MyPertamina saat membeli BBM jenis Pertalite dan Solar bersubsidi.

(aud/mik)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER