Isu Kenaikan Bunga Acuan Bank Sentral AS Akan Bebani IHSG

CNN Indonesia
Senin, 04 Jul 2022 06:15 WIB
IHSG diprediksi melemah pada Senin (4/7) akibat terbebani oleh kekhawatiran investor atas isu kenaikan bunga acuan bank sentral AS yang agresif bulan ini. IHSG diprediksi melemah pada Senin (4/7) akibat terbebani oleh kekhawatiran investor atas isu kenaikan bunga acuan bank sentral AS yang agresif bulan ini. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Senin (4/7) ini.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan pelemahan terjadi karena investor masih mencermati suku bunga Amerika Serikat (AS) yang diisukan naik lebih agresif bulan ini.

"Investor cukup khawatir akan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed di Juli ini. Sementara di awal pekan akan minim sentimen dari data ekonomi, " kata Dennies seperti dikutip dari riset hariannya.

Karena sentimen itu, ia memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.674 dan resistance 7.000.

Sebaliknya, Direktur Utama PT Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi IHSG menguat pasca rilis beberapa data perekonomian inflasi dan data jumlah kedatangan wisatawan yang sesuai dengan perkiraan. Selain itu, ia cukup optimis laporan keuangan beberapa emiten dan aktivitas ekonomi yang meningkat belakangan ini dapat mendongkrak IHSG.

"Kinerja emiten diperkirakan meningkat di tengah kembali berjalannya sektor riil di tengah perlambatan perekonomian dan pemulihan perekonomian pasca pandemi. Hal ini tentunya dapat memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG," ungkap William.

[Gambas:Video CNN]

Ia memprediksi IHSG bergerak di rentang support 6.711 dan resistance 6.921. Dia merekomendasikan sejumlah saham, yakni JSMR, HMSP, UNVR, TLKM, TBIG, BBCA, BBNI, SMRA, ASRI, dan PWON.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 117,25 poin atau 1,70 persen ke level 6.794 pada perdagangan Jumat (1/7). Pelaku pasar asing mencatatkan jual bersih di seluruh pasar sebesar Rp63,33 miliar.

(tdh/agt)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER