Dolar Gagah Perkasa, Tekuk Rupiah ke Rp14.993

tim | CNN Indonesia
Selasa, 05 Jul 2022 16:28 WIB
Nilai tukar rupiah kembali melemah ke posisi Rp14.993 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Selasa (5/7) sore. Nilai tukar rupiah kembali melemah ke posisi Rp14.993 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Selasa (5/7) sore. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah kembali melemah ke posisi Rp14.993 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Selasa (5/7) sore. Mata uang Garuda terdepresiasi 22 poin atau 0,15 persen dari sebelumnya.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.990 per dolar AS di sore ini. Ini adalah level terlemah rupiah sejak awal 2022.

Mata uang di kawasan Asia kompak berada di zona merah. Yen Jepang terpantau melemah 0,18 persen, dolar Singapura melemah 0,55 persen dan won Korea Selatan melemah 0,26 persen serta dolar Hong Kong melemah 0,02 persen.

Lalu peso Filipina melemah 0,31 persen, yuan China melemah 0,05 persen dan ringgit Malaysia melemah 0,13 persen. Kemudian dolar Taiwan melemah 0,15 persen serta baht Thailand melemah 0,36 persen.

Di sisi lain mata uang negara maju juga kompak berada di zona merah. Terpantau euro Eropa melemah 1,05 persen dan poundsterling Inggris melemah 0,55 persen serta franc Swiss melemah 0,25 persen.

Kemudian, dolar Kanada melemah 0,45 persen dan dolar Australia melemah 0,89 persen.

Direktur PT.Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan keperkasaan dolar ditopang oleh keputusan Presiden AS Joe Biden mengenai pembatalan beberapa tarif barang-barang konsumen China minggu ini untuk melawan inflasi.

Kemudian, penguatan dolar yang membuat rupiah keok juga didorong oleh sinyal kebijakan Bank Indonesia dalam menyikapi perkembangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian dan mempengaruhi kondisi dalam negeri.

Hal ini ditandai dengan risiko stagflasi seiring kenaikan suku bunga dan kebijakan secara global di tengah ekonomi yang baru pulih, serta makin luasnya kebijakan proteksionisme oleh berbagai negara.

"BI memberikan sinyal kebijakan baru dalam beberapa bulan ke depan, guna untuk menyikapi perkembangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian dan mempengaruhi kondisi dalam negeri," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(idy/dzu)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER