Istana soal RI Masuk 15 Negara Terancam Resesi: Masih Alhamdulillah

tim | CNN Indonesia
Senin, 25 Jul 2022 11:51 WIB
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyebut kondisi ekonomi Indonesia masih cukup baik dengan tingkat inflasi yang terjaga. Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyebut kondisi ekonomi Indonesia masih cukup baik dengan tingkat inflasi yang terjaga. (CNN Indonesia/ Kadafi).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyebut posisi ekonomi Indonesia lebih baik dari negara lain meskipun masuk daftar 15 negara terancam resesi versi Bloomberg.

Moeldoko berkata Indonesia berada di peringkat buncit dalam daftar itu. Ia menilai kondisi Indonesia cukup baik.

"Kita masih alhamdulillah pada ranking yang ke-14 dari 15. Itu kita pada risiko 3 persen," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (25/7).

Moeldoko mengklaim tingkat inflasi Indonesia juga lebih baik dari negara lain. Dia juga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam keadaan baik.

Dia memahami ada sejumlah kenaikan harga bahan pokok, seperti minyak goreng. Namun, Moeldoko berkata perekonomian dunia memang sedang mengalami fase sulit.

"Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa kondisi lingkungan global memang tidak sedang baik kondisinya dan kondisi ekonomi nasional kita relatif cukup baik," ujarnya.

Sebelumnya, Bloomberg menerbitkan daftar 15 negara yang berisiko mengalami resesi. Indonesia berada di urutan ke-14 dengan potensi 3 persen. Adapun urutan pertama diduduki Sri Lanka dengan potensi resesi 85 persen.

Negara di berbagai belahan dunia sedang menghadapi tantangan inflasi akibat perang Ukraina dengan Rusia. Perang tersebut berimbas pada kelangkaan dan kenaikan harga barang.

CEO Goldman Sachs David Solomon memperkirakan inflasi global belum mencapai klimaks. Dia menyebut masih ada kemungkinan resesi terjadi karena kondisi saat ini.

"Setiap kali Anda mengalami inflasi tinggi dan mengalami pengetatan ekonomi, Anda akhirnya mengalami semacam perlambatan ekonomi. Jadi, saya pikir kemungkinan kita mengalami resesi tinggi," ucap Solomon seperti dikutip dari CNN Business, Kamis (21/7).

[Gambas:Video CNN]



(dhf/sfr)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER