Riset BRIN: Warga Hindari Nge-goreng Karena Harga Minyak Goreng Naik

tim | CNN Indonesia
Kamis, 28 Jul 2022 14:02 WIB
Riset BRIN menunjukkan sebagian besar warga meninggalkan cara masak dengan menggoreng usai harga minyak goreng naik selangit. Riset BRIN menunjukkan sebagian besar warga meninggalkan cara masak dengan menggoreng usai harga minyak goreng naik selangit. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan warga mengubah cara memasak sehari-hari setelah harga minyak goreng kemasan melonjak beberapa bulan terakhir.

Peneliti BRIN Yuda Bakti menjelaskan warga memutuskan untuk lebih banyak masak dengan merebus atau cara lain demi menekan penggunaan minyak goreng. Hal ini terungkap setelah BRIN melakukan survei.

Dari total 537 orang yang disurvei, kata Yuda, responden mengaku mengurangi penggunaan minyak goreng dengan mengubah metode masak menjadi merebus, mengukus, atau memanggang. Pilihan jawaban itu mendapatkan indeks 3,44 dari skala satu sampai lima.

"Paling banyak dipilih pemenang adalah mereka mengubah metode memasak dengan merebus, atau memanggang," ujar Yuda dalam webinar Dilema Minyak Goreng Sawit, Kamis (28/7).

Namun, responden yang tetap menggunakan minyak goreng meski harga mahal juga cukup tinggi. Pilihan jawaban itu mendapatkan indeks 3,16.

Yuda mengatakan mengubah metode memasak bukan menjadi alternatif utama bagi responden yang ingin menekan penggunaan minyak goreng.

Beberapa responden mengaku beralih ke minyak goreng non sawit, seperti minyak kanola, kedelai, dan jagung. Pilihan ini mendapatkan indeks 2,63.

Selanjutnya, responden memilih mengurangi pembelian minyak goreng sawit dengan cara menggunakan minyak beberapa kali. Pilihan ini mendapatkan indeks 2,55.

Kemudian, ada juga responden yang memilih membuat minyak goreng sendiri seperti minyak kelapa. Pilihan ini mendapatkan indeks 2,16.

Sementara, hanya sedikit responden yang memilih beralih ke minyak goreng curah. Jawaban ini memiliki nilai indeks 2,09.

BRIN juga melakukan riset terkait merek minyak goreng kemasan. Hasilnya, merek yang paling dikenal oleh responden adalah Bimoli dengan 498 frekuensi.

"Memang yang paling populer adalah minyak goreng Bimoli. Kita tahu Bimoli sudah cukup lama di pasaran," ujar Yuda.

Selanjutnya, Sania dengan 352 frekuensi, Sunco dengan 312 frekuensi, Filma dengan 307 frekuensi, dan Tropical dengan 276 frekuensi.

Riset BRIN ini dilakukan dengan teknik kuesioner terhadap 537 responden yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Responden yang dipilih adalah WNI berumur 17 tahun ke atas yang pernah membeli minyak goreng kemasan selama April hingga Juni 2022.

CATATAN REDAKSI: Judul berita diubah pada pukul 18.35 WIB, Jumat (29/7), sesuai pembaruan informasi yang diterima redaksi.

[Gambas:Video CNN]

(fby/aud)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER