TAIPAN

Yang Huiyan Kaya dari Warisan, Miskin Ketiban 'Sial' Properti China

Christine Novita Nababan | CNN Indonesia
Minggu, 31 Jul 2022 09:00 WIB
Kekayaan Yang Huiyan, pengusaha properti, rontok lebih dari 52 persen karena sektor real estate China yang amburadul. Kekayaan Yang Huiyan, pengusaha properti, rontok lebih dari 52 persen karena sektor real estate China yang amburadul. (Basith Subastian/CNNIndonesia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kalau saja Yang Huiyan tahu sektor properti China akan kacau balau seperti sekarang, mungkin orang terkaya ke-85 di dunia atau ke-11 di China tersebut akan buru-buru mengalihkan asetnya.

Sehingga, ia tak harus gigit jari menyaksikan hartanya amblas dari US$23,7 miliar pada tahun lalu menjadi hanya tersisa US$11,3 miliar pada saat ini.

Iya, 52 persen atau lebih dari separuh kekayaan bersihnya menguap selama setahun terakhir lantaran sektor real estate China yang semakin memburuk. Kekayaan Huiyan itu terparkir dari kepemilikan saham mayoritasnya di China Country Garden.

Saham China Country Gardern, perusahaan yang bermarkas di Guangdong, Hong Kong, tercatat anjlok 15 persen persis setelah pengumuman aksi jual saham baru. Aksi tersebut dilakukan untuk menghimpun dana segar.

Bagaimana perjalanan Yang Huiyan menjadi perempuan terkaya di Asia yang sekarang 'jatuh miskin'?

Perempuan kelahiran 1981 tersebut mulai menjadi miliarder sejak berusia 25 tahun. Saat itu, sang ayah, Yang Guoqiang, mentransfer sebagian besar saham Country Garden Holdings untuk Huiyan.

Tidak kurang dari 70 persen saham perusahaan yang dirintis sang ayah sejak 1997 silam itu pun mulai ditawarkan ke bursa saham saat resmi IPO pada 2007 lalu.

Aksi perusahaan go public tersebut berhasil menghimpun US$1,6 miliar dari pasar modal. Nilainya sebanyak yang dikumpulkan Google pada 2004 di Amerika Serikat.

Country Garden Holdings merupakan perusahaan konstruksi yang fokus pada pengembangan properti, real estate, ruang parkiran mobil, manajemen properti dan hotel, termasuk toko ritel.

Properti megah yang dibangun Country Garden Holdings tidak hanya mencakar langit China dan Hong Kong, seperti Forest City, Diamond City. Tapi juga mencakar langit Malaysia, seperti Danga Bay.

Perusahaan terus mengepakkan sayapnya lewat kelompok usahanya di bidang investasi, konsultasi real estate, desain lanskap, pengembangan perangkat keras elektronik, penjualan makanan.

Pada 2018, Huiyan mulai menjabat sebagai Co-Chairman. Tangan dingin perempuan lulusan Bachelor of Arts/Science Ohio State University pada 2003 itu tak perlu diragukan lagi. Bahkan, boleh dibilang Huiyan seperti sang ayah, gigih betul dalam mengembangkan usaha keluarga.

Huiyan memberikan kejutan pada tahun ia bergabung dengan lonjakan harga saham perusahaan. Cuma dalam empat hari, kekayaan Huiyan berhasil lompat US$2,1 miliar menjadi US$25,6 miliar.

Bloomberg Billionaires Index bahkan mencatat Huiyan ketika itu di urutan orang terkaya ke-5 di China, menjadi perempuan terkaya nomor wahid di China sekaligus miliarder termuda. Prestasi tersebut diraihnya saat usianya masih 36 tahun.

Properti China Amburadul

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER