BUMN Setor Dividen Rp35,5 T per Juni 2022, Kecuali Pertamina

tim | CNN Indonesia
Kamis, 04 Agu 2022 14:20 WIB
Kemenkeu mengatakan Pertamina belum membayar dividen sehingga total dividen BUMN hanya Rp35,5 triliun pada semester I 2022. Kemenkeu mengatakan Pertamina belum membayar dividen sehingga total dividen BUMN hanya Rp35,5 triliun pada semester I 2022. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat BUMN baru menyetorkan dividen sebesar Rp35,5 triliun pada semester I 2022.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata menjelaskan realisasi itu belum 100 persen atau baru 95,7 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp37,1 triliun. Hal ini karena PT Pertamina (Persero) belum menyetorkan dividen kepada negara.

Target itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2022.


"Untuk mendapatkan kekayaan negara yang dipisahkan ini dividen dari BUMN sudah terkumpul Rp35,5 Triliun. Terima kasih kepada BUMN yang menyediakan pembayaran dividen kepada pemegang saham termasuk pemerintah," ungkap Isa dalam media briefing, Kamis (4/8).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNB) Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) Kemenkeu Kurnia Chairi menjelaskan dividen itu terdiri dari beberapa BUMN perbankan hingga farmasi.

"KND (dividen) dari perbankan sudah kami terima sebesar Rp24,5 triliun," kata Kurnia.

Rinciannya, dividen dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebesar Rp14 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rp8,7 triliun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Rp1,6 triliun.


Sementara, dividen dari non perbankan sebesar Rp10,6 triliun. Salah satunya dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp7,7 triliun.

Lalu, dividen dari PT Pelindo (Persero) sebesar Rp1,3 triliun, MIND ID atau holding pertambangan sebesar Rp900 miliar, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp522 miliar, dan PT Bio Farma (Persero) sebesar Rp150 miliar.

"Dan sisanya kecil-kecil seperti dari Perhutani dan PTPN sebesar Rp150 miliar-Rp200 miliar," terang Kurnia.

Ia menambahkan bahwa pemerintah masih menunggu dividen dari Pertamina. Jika perusahaan migas itu sudah membayar, maka Kurnia yakin target dividen akan terpenuhi. "Masih kami tunggu setoran dividen dari Pertamina yang saat ini sudah selesai RUPS (rapat umum pemegang saham)," tutup Kurnia.

[Gambas:Video CNN]

(aud/bir)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER