Bunga Kredit Rumah AS Tembus 6,29 Persen, Tertinggi dalam 14 Tahun

tim | CNN Indonesia
Jumat, 23 Sep 2022 11:23 WIB
Rata-rata suku bunga kredit rumah di AS tembus 6,29 persen atau menjadi yang tertinggi dalam 14 tahun terakhir pada Kamis (22/9) waktu setempat. Rata-rata suku bunga kredit rumah di AS tembus 6,29 persen atau menjadi yang tertinggi dalam 14 tahun terakhir pada Kamis (22/9) waktu setempat. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Rata-rata suku bunga kredit rumah di Amerika Serikat (AS) tembus ke level tertinggi dalam 14 tahun terakhir atau sejak 2008 pada Kamis (22/9) waktu setempat.

Mengutip Reuters, Jumat (23/9), survei pasar hipotek Freddie Mac menunjukkan bahwa rata-rata bunga kredit rumah AS mencapai 6,29 persen.

Sementara, rata-rata bunga kredit rumah di AS masih 6,02 persen pada pekan lalu. Padahal, warga Negeri Paman Sam masih bisa menikmati bunga kredit sebesar 2,88 persen pada 2021.

Survei Freddie Mac juga mencatat bahwa rata-rata suku bunga kredit rumah AS untuk tenor 15 tahun mencapai 5,44 persen. Angka ini naik dibanding pekan lalu yang hanya 5,21 persen.

Sementara, rata-rata suku bunga kredit rumah AS untuk tenor 15 tahun hanya 2,15 persen pada tahun lalu.

Kepala Ekonom Freddie Mac Sam Khater mengatakan kenaikan suku bunga kredit rumah di AS terjadi karena The Fed terus mengerek suku bunga acuan. Hal ini dilakukan demi menekan inflasi di Negeri Paman Sam.

"Pasar perumahan terus menghadapi tantangan karena suku bunga hipotek meningkat lagi minggu ini, menyusul lonjakan imbal hasil treasury 10 tahun ke level tertinggi sejak 2011," kata Khater.

Selain itu, kenaikan suku bunga kredit rumah juga dipengaruhi oleh harga barang yang melambung dan penjualan rumah yang turun. Di sisi lain, jumlah rumah yang dijual tetap jauh di bawah tingkat normal.

Sebelumnya, The Fed mengerek suku bunga acuan sebesar 75 bps dari 2,25-2,5 persen menjadi 3-3,25 persen pada September 2022.

Suku bunga acuan AS tembus ke level tertinggi sejak krisis keuangan global pada 2008. Hal ini sekaligus kebijakan terberat The Fed sejak 1980 dalam melawan inflasi yang melonjak beberapa waktu terakhir.

Gubernur The Fed Jerome Powell tak menampik bahwa kenaikan suku bunga acuan The Fed akan berdampak buruk bagi pengusaha dan rumah tangga di AS. Sebab, biaya kredit untuk barang-barang, seperti rumah, mobil, dan kartu kredit berpotensi ikut meningkat.

Ia mengakui situasi ekonomi di AS memang sedang memburuk beberapa waktu terakhir. Berdasarkan proyeksi The Fed, rata-rata tingkat pengangguran AS berpotensi tembus 4,4 persen pada 2023 atau lebih tinggi dari posisi sekarang yang hanya 3,7 persen.

[Gambas:Video CNN]

(mrh/aud)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER