Kenapa NTT Masih Kesulitan Listrik?

CNN Indonesia
Sabtu, 24 Sep 2022 15:07 WIB
Rasio elektrifikasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Sumba Barat Daya, NTT, masih di bawah 80 persen. Kenapa? Ilustrasi. Mayoritas rumah di dua kabupaten di NTT belum menikmati listrik. (Foto: ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf)
Kupang, CNN Indonesia --

Di tengah rencana pemerintah melakukan konversi penggunaan kompor gas ke kompor listrik, masih ada dua kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih memiliki banyak rumah tangga tanpa listrik. Ada apa?

General Menejer PLN Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko mengungkapkan dua Kabupaten di NTT itu adalah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Sumba Barat Daya. Rasio Elektrifikasinya berada di bawah 80 persen.

Rasio elektrifikasi (RE) sendiri merupakan perbandingan jumlah pelanggan rumah tangga yang memiliki sumber listrik, baik dari listrik PLN maupun non-PLN, dengan jumlah rumah tangga. Makin tinggi nilainya makin banyak rumah yang terjangkau listrik.

Rinciannya, Sumba Barat Daya memiliki Rasio Elektrifikasi 71,7 persen; Kabupaten Timor Tengah Selatan RE masih menyentuh angka 78,33 persen.

Dengan nilai RE itu, Agustinus mencontohkan Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan total 119.738 Kepala Keluarga masih memiliki 25.942 rumah yang belum mendapat pelayanan listrik PLN.

Lalu kenapa itu bisa terjadi?

Faktor Ekonomi

Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, beberapa desa di Timor Tengah Selatan memang telah terpasang listrik. Namun, masih banyak rumah tanpa listrik PLN akibat faktor ekonomi masyarakat dan masalah infrastruktur.

Desa Noemeto, Kecamatan Kota So'e, Timor Tengah Selatan, contohnya. Kepala Desa Noemeto, Samgar Kian, kepada CNN Indonesia.com Rabu (21/9) mengatakan listrik memang sudah ada di desanya namun belum semua warga bisa menikmati.

Masih ada sekitar 30 Kepala Keluarga yang belum teraliri listrik hanya karena kekurangan daya dan faktor ekonomi.

Persoalan yang sama dialami juga warga desa Ajaobaki, Kecamatan Mollo Utara, Timor Tengah Selatan.

Senada, Kepala Desa Ajaobaki, Kecamatan Mollo Utara, TTS, Obet Kase menjelaskan masih ada puluhan kepala Keluarga di desanya yang belum mendapat pelayanan listrik dari PLN.

"Memang listrik sudah masuk, tapi ada sebagian warga itu belum kebagian listrik, soalnya ada yang sedikit jauh dari jaringan umum," kata Obet.

"Masalah pertama mereka yang belum dapat (listrik) itu jauh dari jaringan yang berada pinggiran jalan umum dan kedua faktor ekonomi yang tidak memungkinkan warganya untuk memasang meteran listrik PLN," kata Obet.

Infografis Realisasi Perkembangan PembangkitInfografis Realisasi Perkembangan Pembangkit. (Foto: Astari Kusumawardhani)

Merespons hal tersebut, Agustinus mengaku ada beberapa program bagi warga miskin untuk mendapatkan listrik gratis.

Diantaranya, Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PLN, kemudian ada program Bantuan Pemasangan Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM dan bantuan dari Pemprov NTT yang dilakukan secara bertahap.

Faktor geografis

Agustinus juga beralasan 100 ribu KK di 280 desa di NTT yang belum mendapatkan pelayanan listrik tersebut karena kendala kekurangan pelaksana di lapangan dan juga karena kondisi geografis.

"Kendala-kendala yang pertama jumlah pelaksana di lapangan ada keterbatasan, kemudian yang kedua di geografisnya ada yang memang sangat terpencil seperti di Amfoang yang masih daerah yang isolated atau mereka itu belum menyambung ke sistem kelistrikan Pulau Timor," jelasnya.

Dia mengatakan dari 100 ribu kepala keluarga tersebut terdapat 20 ribu kepala keluarga kategori kurang mampu.

"Masih ada 20 ribu Kepala Keluarga di Nusa Tenggara TImur yang masuk kategori kurang mampu. Data KK yang kurang mampu itu kami dapatkan dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) itu dikeluarkan oleh Kementerian Sosial Kemenson," lanjutnya.

Terlepas dari itu, Agustinus mengklaim bahwa rasio elektrifikasi NTT saat ini telah mencapai 92,36 persen. Artinya, masih tersisa 7 hingga 8 persen yang belum terlayani listrik dari PLN.

(eli/arh)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER