REKOMENDASI SAHAM

Pilihan Saham Cuan Pekan Ini, Sektor Perbankan Bersinar

tim | CNN Indonesia
Senin, 26 Sep 2022 06:40 WIB
Analis menyebut saham di sektor perbankan dan konsumer akan bersinar dan berpotensi memberikan cuan pada pekan ini. Analis menyebut saham di sektor perbankan dan konsumer akan bersinar dan berpotensi memberikan cuan pada pekan ini. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 40,32 poin atau 0,56 persen ke level 7.175 pada perdagangan akhir pekan lalu. Investor asing mencatat jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp768 miliar.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat sebanyak tiga kali dan melemah dua kali. Secara total, performa indeks saham menguat 0,14 persen.

Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono menyebut kapitalisasi pasar bursa turun 0,02 persen, yaitu dari Rp9.426,531 triliun triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp9.424,932 triliun.

Rata-rata frekuensi harian bursa juga turun 14,97 persen dari 1,57 juta menjadi 1,34 juta transaksi. Hal yang sama terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa yang turun 12,13 persen dari 31,946 miliar saham saham menjadi 28,070 miliar saham.

"Perubahan sebesar 30,90 persen terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian menjadi Rp14,133 triliun dari Rp20,453 triliun pada pekan yang lalu," kata Yulianto seperti dikutip dari situs IDX, Jumat (23/9).

Analis Pasar Modal Oktavianus Audi memprediksi selama sepekan ke depan IHSG terkoreksi di rentang support 7.000 dan resistance 7.300.

Pelemahan disebabkan sentimen global yang cenderung memberatkan, seperti bank sentral AS The Fed yang menaikkan suku bunga sebesar 75 bps.

Ia mengatakan kenaikan suku bunga The Fed akan mengerek imbal hasil surat utang pemerintah AS atau US Treasury serta indeks dolar. Hal ini dapat memicu terjadinya capital outflow dari pasar saham.

[Gambas:Video CNN]

"Ini merupakan sentimen negatif karena para investor akan lebih defensif dalam alokasi investasi. Untuk IHSG juga merupakan sentimen negatif, karena berpotensi keluarnya investor asing dari pasar," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (25/9).

Oktavianus mengatakan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) juga turut menyebabkan capital outflow karena membuat beban bunga untuk para emiten menjadi lebih tinggi.

Sentimen lainnya yang juga akan mempengaruhi IHSG selama sepekan ke depan adalah normalisasi harga komoditas di tengah meningkatnya risiko ekonomi global yang memburuk. Selain itu, rilis data Purchasing Managers Index (PMI) China yang diprediksi masih di bawah zona ekspansif juga turut mempengaruhi IHSG pekan ini.

Dalam kondisi itu, ia menyarankan investor menghindari sektor energi dan teknologi. Sementara sektor yang dapat diperhatikan adalah yang termasuk dalam defensif sektor yakni konsumer dan perbankan.

Dari sektor konsumer, saham yang disarankan adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk atau ICBP yang ditutup menguat 1,98 persen ke posisi 9.000 pada pekan lalu. Ia memprediksi ICBP dapat menyentuh posisi 9.500.

Kemudian, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk atau MPMX yang ditutup menguat 3,37 persen ke posisi 1.075 pada pekan lalu. Ia memprediksi MPMX dapat menyentuh posisi Rp1.150.

Dari sektor perbankan, ia merekomendasikan saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BRIS yang ditutup menguat 2,94 persen ke posisi 1.575 pada perdagangan minggu lalu. Ia memprediksi BRIS dapat menyentuh posisi 1.670.

Sementara CEO Akela Trading System Hary Suwanda memprediksi IHSG selama sepekan ke depan berada di rentang support 7016 dan resistance 7.376. Senada dengan Oktavianus, ia mengatakan IHSG akan mendapatkan sentimen negatif dari kenaikan suku bunga The Fed dan BI.

Hary menjelaskan kenaikan suku bunga The Fed memberikan sentimen negatif terhadap berbagai komoditas termasuk minyak mentah, logam, tembaga, hingga emas.

"Hal ini bisa memicu aksi profit taking pada emiten pertambangan dan energi khususnya yang selama ini sudah mengalami kenaikan harga cukup signifikan," ujar Hary.

Dalam kondisi seperti itu, Hary menyarankan investor mengoleksi saham dari sektor perbankan dan konsumer.

Dari sektor konsumer, ia merekomendasikan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk atau ICBP yang ditutup menguat 1,98 persen ke posisi 9.000 pada pekan lalu. Ia memprediksi ICBP dapat menyentuh posisi 9.350.

Dari sektor perbankan, ia merekomendasikan saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BRIS yang ditutup menguat 2,94 persen ke posisi 1.575 pada perdagangan minggu lalu. Ia memprediksi BRIS dapat menyentuh posisi 1.635.

(fby/agt)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER