Dukung Hilirisasi Industri, Freeport Siapkan Investasi US$18,6 Miliar

Freeport Indonesia | CNN Indonesia
Jumat, 07 Okt 2022 11:55 WIB
Freeport Indonesia telah berinvestasi US$18,6 miliar untuk periode 2021-2041, dimana US$3miliar diantaranya digunakan untuk membangun smelter di Gresik, Jatim. (Foto: Arsip PT Freeport Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Cerahnya pangsa pasar tembaga semakin memantapkan langkah PT Freeport Indonesia untuk berinvestasi di Indonesia. Bahkan, Freeport Indonesia telah menganggarkan total investasi mencapai US$18,6 miliar untuk periode 2021-2041.

Nilai investasi tersebut terbagi menjadi US$15,6 miliar untuk penanaman modal dan sebesar US$3miliar akan digunakan untuk membangun smelter kedua di Gresik Jawa Timur. Sebelumnya, pada periode 1973 hingga 2021, Freeport Indonesia telah menggelontorkan dana investasi sebesar USD18 miliar.

Chairman of The Board & CEO Freeport-McMoRan, Richard C. Adkerson, memaparkan saat ini sebanyak 70 persen tembaga di seluruh dunia digunakan untuk mengalirkan listrik.

"Dan seperti yang kita tahu, dunia semakin membutuhkan listrik," tegas dia dalam acara Orasi Ilmiah: Transformasi Ekonomi Melalui Hilirisasi dengan Kearifan Lokal, di Universitas Indonesia (UI), Depok (6/10).

Saat ini, tembaga sangat dibutuhkan dalam mengembangkan kendaraan listrik, maupun pembangkit-pembangkit energi baru terbarukan yang diharapkan dapat membuat bumi lebih hijau.

"Ini adalah kesempatan besar untuk perusahaan kami, dan juga negara Indonesia sebagai penghasil tembaga yang besar. Mengingat nilai jual tembaga akan naik ke depannya," papar Richard.

PT Freeport Indonesia(Foto: Arsip PT Freeport Indonesia).

Dibangun di atas lahan seluas 100 hektare, smelter Freeport Indonesia ini disebut-sebut bakal menjadi smelter single line terbesar di dunia. Total kapasitas fasilitas pengolahan yang dibangun mencapai 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun, serta pengolahan logam berharga (precious metal refinery) yang mencapai kapasitas 6.000 ton per tahun.

Dalam pembangunan smelter kedua terdapat pula ekspansi kapasitas pada smelter eksisting (PT Smelting) sebesar 0,3 juta dmt per tahun.

Di sisi lain, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, menilai paket kebijakan hilirisasi industri adalah salah satu jalan bagi Indonesia sebagai negara berkembang untuk dapat menuju negara maju.

"Kalau kita belajar dari paket kebijakan yang ada maka tidak ada cara lain, yang salah satu di antaranya adalah negara berkembang menuju negara maju, itu harus instrumennya adalah hilirisasi," ujarnya di hadapan ribuan mahasiswa UI.

Dia pun menyambut baik masuknya investasi dari Freeport Indonesia. Terlebih, investasi ini mengukuhkan posisi Amerika Serikat di peringkat keempat negara yang berinvestasi di Indonesia.

"Amerika 4 tahun terakhir tidak pernah menjadi nomor empat, sekarang juga sudah menjadi nomor 4 karena realisasi investasi Freeport di smelter Gresik yang hampir USD3 miliar dan sudah berhasil sekitar USD1 miliar," imbuh Bahlil.

Di samping acara Orasi Ilmiah, pada kesempatan ini Freeport Indonesia juga memberikan beasiswa kepada 60 mahasiswa UI, termasuk mahasiswa asal Papua. Diharapkan, beasiswa ini mampu meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk mendukung hilirisasi industri Nasional.

(osc/osc)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER