Minyak Dunia Anjlok 4 Persen Pekan Lalu Akibat Kasus Covid di China

tim | CNN Indonesia
Senin, 28 Nov 2022 07:51 WIB
Harga minyak dunia turun 4 persen lebih sepekan kemarin akibat kekhawatiran pasar atas penyebaran covid di China. Harga minyak dunia turun 4 persen lebih sepekan kemarin akibat kekhawatiran pasar atas penyebaran covid di China. (Tangkapan layar twitter @@PIF_en).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia turun 2 persen pada akhir perdagangan Jumat (25/11) lalu.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent turun US$1,71, atau 2 persen ke US$83,63 per barel. Dengan penurunan itu, harga minyak Brent sudah anjlok 4,6 persen pada sepekan kemarin.

Sementara itu minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$1,66 atau 2,1 persen ke US$76,28 per barel. Dalam sepekan harga minyak WTI sudah turun 4,7 persen.

Kedua kontrak membukukan penurunan mingguan ketiga berturut-turut setelah mencapai posisi terendah 10 bulan minggu ini.

Analis memperkirakan penurunan harga minyak itu dipicu salah satunya oleh libur Thanksgiving di AS.

"Karena ada sedikit volume setelah liburan, pasar sedikit melepaskan beberapa keuntungan di sini sehingga membuat harga minyak melemah," kata analis di grup Price Futures Phil Flynn.

Selain itu, pelemahan juga dipicu kekhawatiran pasar atas lesunya permintaan China usai importir minyak utama dunia itu melaporkan rekor harian baru kasus covid-19.

Peningkatan kasus dikhawatirkan pasar akan membuat pemerintah Negeri Tirai Bambu memperluas lockdown yang dapat menekan harga minyak. 

Sementara itu berdasarkan catatan ANZ, kasus covid di China ini mulai memukul permintaan bahan bakar. Penurunan itu tergambar dari lalu lintas pengiriman minyak yang turun sekitar 1 juta barel per hari lebih rendah dari rata-rata biasanya.

Selain itu, pelemahan juga dipicu kekhawatiran pasar atas rencana penetapan batas harga yang dilakukan negara barat pada minyak Rusia.

[Gambas:Video CNN]



(fby/agt)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER