Pilihan Saham Pekan Ini, Perbankan Bisa Jadi Pilihan
Muhammad Ryan Hidayatullah | CNN Indonesia
Senin, 31 Jul 2023 07:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Analis memperkirakan sejumlah saham bersinar pada pekan ini, salah satunya sektor perbankan dan pertambangan. Mereka karena itu menyarankan pasar mengoleksinya. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 3,56 poin atau minus 0,05 persen ke level 6.900 pada perdagangan Jumat (28/7) lalu. Investor melakukan transaksi sebesar Rp9,87 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,21 miliar saham.
Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat empat kali, sementara satu hari sisanya melemah.
Tak heran, performa indeks pun menguat 0,28 persen. Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono mengatakan perdagangan saham ditutup bervariasi selama periode 24 sampai dengan 28 Juli 2023 lalu.
Peningkatan tertinggi pekan lalu terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian bursa, yaitu sebesar 9,06 persen dari 1.180.802 menjadi 1.287.785 kali transaksi. Peningkatan juga terjadi pada kapitalisasi pasar, yakni sebesar 0,82 persen dari Rp9,94 triliun menjadi Rp10,02 triliun.
Lalu, penguatan juga diikuti oleh rata-rata nilai transaksi harian bursa, yakni sebesar 3,54 persen dari Rp9,715 triliun menjadi Rp10,059 triliun. Di sisi lain, rata-rata volume transaksi bursa selama sepekan melemah 4,04 persen dari 17,084 miliar menjadi 16,394 miliar lembar saham.
"Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp727,05 miliar dan sepanjang 2023 investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp20,4 triliun," terang Yulianto seperti dikutip dari situs IDX, Jumat (28/7).
Pengamat Pasar Modal Riska Afriani memproyeksi IHSG berpotensi menguat terbatas pada pekan ini di level support 6.856 dan resistance 6.970. Menurutnya, pergerakan indeks saham bakal ditopang oleh optimisme pelaku pasar terhadap pasar modal.
Keyakinan tersebut sejalan dengan kinerja dan ketahanan ekonomi Indonesia yang terjaga di tengah ketidakpastian global.
"Hal ini seiring dengan Indonesia yang mampu menekan inflasi dan defisit fiskal untuk kembali dalam target lebih cepat dari perkiraan, stabilitas keuangan yang terjaga, serta tren penurunan rasio utang pemerintah," terang Riska kepada CNNIndonesia.com, Minggu (30/7).
Inflasi RI sendiri berada di level 3,42 persen (year-on-year/yoy) pada Juni lalu. Realisasi ini turun dibandingkan Mei 2023 yang tercatat 4 persen (yoy).
Lebih lanjut, Riska menuturkan sentimen dari global masih diwarnai ketidakpastian. Sebab, pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) (The Fed) masih akan bersikap hawkish.
The Fed masih membuka opsi kenaikan suku bunga jika didukung oleh data ekonomi AS. Hal ini berbanding terbalik dengan ekspektasi pelaku pasar yang sudah optimis tidak akan ada lagi kenaikan setelah pertemuan Juli lalu.
Riska menilai dalam kondisi pasar seperti di atas, investor dapat melakukan akumulasi saham yang memiliki kinerja baik secara bertahap, mengingat akan ada risiko profit taking setelah penguatan yang terjadi pada sejumlah saham LQ45.
LQ45 adalah indeks berisikan saham dengan likuiditas tinggi, memiliki kapitalisasi besar, dan fundamental perusahaan yang bagus.
Adapun sejumlah saham yang ia rekomendasikan untuk dikoleksi, seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk atau ICBP yang pada pekan lalu ditutup menguat 0,22 persen ke posisi 11.200.
Kemudian, Riska juga merekomendasikan saham emiten perbankan, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang melemah 1,08 persen ke posisi 6.125 pada pekan lalu.
Saham perbankan lain yang ia rekomendasikan adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). BRIS melemah 0,6 persen ke posisi 1.650 pada pekan lalu.
Selanjutnya, ada PT Astra International Tbk atau ASII yang menguat 1,53 persen ke posisi 6.625 pada pekan lalu.
Terakhir, Riska merekomendasikan emiten sektor ritel, yakni PT Map Aktif Adiperkasa Tbk atau MAPA yang melemah 3,7 persen ke posisi 780 pada pekan lalu..
Sementara itu, Pengamat Pasar Modal PT Dinamika Gelora Satya, Oktavianus Audi memproyeksi IHSG cenderung bergerak terbatas atau sideways pada pekan pertama Agustus ini. Indeks saham diprediksi bergerak di rentang support 6.839 dan resistance 6.971.
Menurut Audi, pada pekan ini IHSG bakal diwarnai oleh berbagai sentimen dari rilis data ekonomi Indonesia dan eksternal. Dari rilis data Ekonomi RI, investor akan mencermati rilis data inflasi Juli 2023 yang diperkirakan secara konsensus menyentuh 3.11 persen atau lebih rendah dari bulan sebelumnya.
"Inflasi Indonesia yang terus terjaga dan dalam batasan Bank Indonesia (BI) yakni 2 persen hingga 4 persen akan memberikan sentimen positif untuk pasar," ucap Audi.
Selain itu, investor juga akan mencermati rilis data S&P Global PMI Manufaktur Indonesia yang diperkirakan tetap berada di zona ekspansif, yakni di level 52. Hal ini menandakan pertumbuhan aktivitas pabrik yang masih meningkat seiring dengan permintaan yang meluas.
Audi melihat hal ini merupakan sentimen positif, khususnya untuk emiten manufaktur. Dari luar negeri, investor akan mencermati rilis data tingkat pengangguran AS Juli 2023 yang diperkirakan tetap di level 3,6 persen, sama dari bulan sebelumnya.
"Kami melihat pasar tenaga kerja yang masih ketat dan stabil dapat memberikan pesan kepada The Fed untuk bisa bersikap dovish dan memberi sentimen positif," imbuhnya.
Meski diwarnai sentimen positif, ia mengingatkan secara teknikal tren pelemahan IHSG masih terlihat pada pekan ini. Oleh karena itu, ia menyarankan investor untuk wait and see.
Berdasarkan analisis teknikal, ia pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi.
Pertama, saham PT Petrosea Tbk atau PTRO yang menguat 2,41 persen ke posisi 3.820 pada pekan lalu. Ia memproyeksi PTRO dapat menyentuh level 4.120 pada pekan ini.
Kedua, saham PT Vale Indonesia Tbk atau INCO yang menguat 2,63 persen ke posisi 6.825 pekan lalu. Audi memproyeksi INCO dapat menyentuh posisi 7.200 pekan ini.
Ketiga, ia merekomendasikan saham PT XL Axiata Tbk atau EXCL yang menguat 8,7 persen ke posisi 2.250 pekan lalu. Ia memproyeksi EXCL dapat menyentuh posisi 2.550 pekan ini.
Keempat, ada saham PT Medikaloka Hermina Tbk atau HEAL yang menguat 3,4 persen ke posisi 1.520 pekan lalu. Audi memproyeksi HEAL dapat menyentuh level 1.665 pekan ini.
Setali tiga uang, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksi IHSG menguat terbatas dan mewaspadai akan adanya koreksi lanjutan. Ia memprediksi indeks saham bergerak di rentang support 6.838 dan resistance 6.966 pada pekan ini.
"Pada pekan ini, akan ada beberapa rilis data baik dari dalam ataupun luar negeri, diantaranya akan ada rilis data inflasi Indonesia yang diperkirakan cenderung melandai dan dari AS ada rilis data pekerjaan serta non farm payroll," ucap Herditya.
Ia pun menyarankan investor untuk melakukan Buy on weakness (BoW) pada saham-saham pilihannya.
Selain itu, Herditya pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa emiten ia rekomendasikan, yakni PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) yang menguat 2,29 persen ke posisi 8.950 pekan lalu. Ia memproyeksi ISAT dapat menyentuh level 10.000 pekan ini.
Selanjutnya, Herditya juga merekomendasikan saham PT Barito Pacific Tbk atau BRPT yang menguat 1,32 persen ke posisi 765 pekan lalu. Ia memperkirakan BRPT dapat menyentuh level 845 pekan ini.
Terakhir, ada saham PT Tripar Multivision Plus Tbk atau RAAM yang menguat 3,91 persen ke posisi 665 pekan lalu. Herditya memprediksi RAAM dapat menyentuh level 785 pekan ini.
Jakarta, CNN Indonesia --
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 3,56 poin atau minus 0,05 persen ke level 6.900 pada perdagangan Jumat (28/7) lalu. Investor melakukan transaksi sebesar Rp9,87 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,21 miliar saham.
Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat empat kali, sementara satu hari sisanya melemah.
Tak heran, performa indeks pun menguat 0,28 persen. Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono mengatakan perdagangan saham ditutup bervariasi selama periode 24 sampai dengan 28 Juli 2023 lalu.
Peningkatan tertinggi pekan lalu terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian bursa, yaitu sebesar 9,06 persen dari 1.180.802 menjadi 1.287.785 kali transaksi. Peningkatan juga terjadi pada kapitalisasi pasar, yakni sebesar 0,82 persen dari Rp9,94 triliun menjadi Rp10,02 triliun.
Lalu, penguatan juga diikuti oleh rata-rata nilai transaksi harian bursa, yakni sebesar 3,54 persen dari Rp9,715 triliun menjadi Rp10,059 triliun. Di sisi lain, rata-rata volume transaksi bursa selama sepekan melemah 4,04 persen dari 17,084 miliar menjadi 16,394 miliar lembar saham.
"Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp727,05 miliar dan sepanjang 2023 investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp20,4 triliun," terang Yulianto seperti dikutip dari situs IDX, Jumat (28/7).
Pengamat Pasar Modal Riska Afriani memproyeksi IHSG berpotensi menguat terbatas pada pekan ini di level support 6.856 dan resistance 6.970. Menurutnya, pergerakan indeks saham bakal ditopang oleh optimisme pelaku pasar terhadap pasar modal.
Keyakinan tersebut sejalan dengan kinerja dan ketahanan ekonomi Indonesia yang terjaga di tengah ketidakpastian global.
"Hal ini seiring dengan Indonesia yang mampu menekan inflasi dan defisit fiskal untuk kembali dalam target lebih cepat dari perkiraan, stabilitas keuangan yang terjaga, serta tren penurunan rasio utang pemerintah," terang Riska kepada CNNIndonesia.com, Minggu (30/7).
Inflasi RI sendiri berada di level 3,42 persen (year-on-year/yoy) pada Juni lalu. Realisasi ini turun dibandingkan Mei 2023 yang tercatat 4 persen (yoy).
Lebih lanjut, Riska menuturkan sentimen dari global masih diwarnai ketidakpastian. Sebab, pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) (The Fed) masih akan bersikap hawkish.
The Fed masih membuka opsi kenaikan suku bunga jika didukung oleh data ekonomi AS. Hal ini berbanding terbalik dengan ekspektasi pelaku pasar yang sudah optimis tidak akan ada lagi kenaikan setelah pertemuan Juli lalu.
Riska menilai dalam kondisi pasar seperti di atas, investor dapat melakukan akumulasi saham yang memiliki kinerja baik secara bertahap, mengingat akan ada risiko profit taking setelah penguatan yang terjadi pada sejumlah saham LQ45.
LQ45 adalah indeks berisikan saham dengan likuiditas tinggi, memiliki kapitalisasi besar, dan fundamental perusahaan yang bagus.
Adapun sejumlah saham yang ia rekomendasikan untuk dikoleksi, seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk atau ICBP yang pada pekan lalu ditutup menguat 0,22 persen ke posisi 11.200.
Kemudian, Riska juga merekomendasikan saham emiten perbankan, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang melemah 1,08 persen ke posisi 6.125 pada pekan lalu.
Saham perbankan lain yang ia rekomendasikan adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). BRIS melemah 0,6 persen ke posisi 1.650 pada pekan lalu.
Selanjutnya, ada PT Astra International Tbk atau ASII yang menguat 1,53 persen ke posisi 6.625 pada pekan lalu.
Terakhir, Riska merekomendasikan emiten sektor ritel, yakni PT Map Aktif Adiperkasa Tbk atau MAPA yang melemah 3,7 persen ke posisi 780 pada pekan lalu..
Selain perbankan, analis juga menyebut saham sektor tambang juga bisa jadi pilihan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Sementara itu, Pengamat Pasar Modal PT Dinamika Gelora Satya, Oktavianus Audi memproyeksi IHSG cenderung bergerak terbatas atau sideways pada pekan pertama Agustus ini. Indeks saham diprediksi bergerak di rentang support 6.839 dan resistance 6.971.
Menurut Audi, pada pekan ini IHSG bakal diwarnai oleh berbagai sentimen dari rilis data ekonomi Indonesia dan eksternal. Dari rilis data Ekonomi RI, investor akan mencermati rilis data inflasi Juli 2023 yang diperkirakan secara konsensus menyentuh 3.11 persen atau lebih rendah dari bulan sebelumnya.
"Inflasi Indonesia yang terus terjaga dan dalam batasan Bank Indonesia (BI) yakni 2 persen hingga 4 persen akan memberikan sentimen positif untuk pasar," ucap Audi.
Selain itu, investor juga akan mencermati rilis data S&P Global PMI Manufaktur Indonesia yang diperkirakan tetap berada di zona ekspansif, yakni di level 52. Hal ini menandakan pertumbuhan aktivitas pabrik yang masih meningkat seiring dengan permintaan yang meluas.
Audi melihat hal ini merupakan sentimen positif, khususnya untuk emiten manufaktur. Dari luar negeri, investor akan mencermati rilis data tingkat pengangguran AS Juli 2023 yang diperkirakan tetap di level 3,6 persen, sama dari bulan sebelumnya.
"Kami melihat pasar tenaga kerja yang masih ketat dan stabil dapat memberikan pesan kepada The Fed untuk bisa bersikap dovish dan memberi sentimen positif," imbuhnya.
Meski diwarnai sentimen positif, ia mengingatkan secara teknikal tren pelemahan IHSG masih terlihat pada pekan ini. Oleh karena itu, ia menyarankan investor untuk wait and see.
Berdasarkan analisis teknikal, ia pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi.
Pertama, saham PT Petrosea Tbk atau PTRO yang menguat 2,41 persen ke posisi 3.820 pada pekan lalu. Ia memproyeksi PTRO dapat menyentuh level 4.120 pada pekan ini.
Kedua, saham PT Vale Indonesia Tbk atau INCO yang menguat 2,63 persen ke posisi 6.825 pekan lalu. Audi memproyeksi INCO dapat menyentuh posisi 7.200 pekan ini.
Ketiga, ia merekomendasikan saham PT XL Axiata Tbk atau EXCL yang menguat 8,7 persen ke posisi 2.250 pekan lalu. Ia memproyeksi EXCL dapat menyentuh posisi 2.550 pekan ini.
Keempat, ada saham PT Medikaloka Hermina Tbk atau HEAL yang menguat 3,4 persen ke posisi 1.520 pekan lalu. Audi memproyeksi HEAL dapat menyentuh level 1.665 pekan ini.
Setali tiga uang, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksi IHSG menguat terbatas dan mewaspadai akan adanya koreksi lanjutan. Ia memprediksi indeks saham bergerak di rentang support 6.838 dan resistance 6.966 pada pekan ini.
"Pada pekan ini, akan ada beberapa rilis data baik dari dalam ataupun luar negeri, diantaranya akan ada rilis data inflasi Indonesia yang diperkirakan cenderung melandai dan dari AS ada rilis data pekerjaan serta non farm payroll," ucap Herditya.
Ia pun menyarankan investor untuk melakukan Buy on weakness (BoW) pada saham-saham pilihannya.
Selain itu, Herditya pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa emiten ia rekomendasikan, yakni PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) yang menguat 2,29 persen ke posisi 8.950 pekan lalu. Ia memproyeksi ISAT dapat menyentuh level 10.000 pekan ini.
Selanjutnya, Herditya juga merekomendasikan saham PT Barito Pacific Tbk atau BRPT yang menguat 1,32 persen ke posisi 765 pekan lalu. Ia memperkirakan BRPT dapat menyentuh level 845 pekan ini.
Terakhir, ada saham PT Tripar Multivision Plus Tbk atau RAAM yang menguat 3,91 persen ke posisi 665 pekan lalu. Herditya memprediksi RAAM dapat menyentuh level 785 pekan ini.