TikTok Shop dituding menjadi biang kerok kebangkrutan banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Ilustrasi. (AFP/OLIVIER DOULIERY).
Jakarta, CNN Indonesia --
TikTok Shop dituding menjadi biang kerok kebangkrutan banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Bahkan, e-commerce yang menyatu dengan media sosial itu bikin pemerintah merevisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 50 Tahun 2020 tentang Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Elektronik (PPMSE). Revisi ini diyakini bisa menjadi salah satu tameng menghalau 'racun' TikTok Shop.
Berbagai pihak juga kompak mengeluhkan eksistensi TikTok Shop di Indonesia, mulai dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki hingga Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. Bahkan, fenomena TikTok Shop membuat para pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat menjerit.
TikTok Shop diklaim membunuh UMKM tanah air karena produk-produk yang dijajakannya sangat murah. Oleh karena itu, barang jualan pedagang asli Indonesia di toko offline maupun marketplace lain kalah saing.
Bahkan, barang yang dijual pedagang di TikTok Shop dituding hasil perdagangan lintas batas alias cross border. Jika benar, banjir barang impor tersebut berarti langsung ditawarkan kepada pembeli tanpa melalui proses importasi yang semestinya.
Dugaan Project S TikTok 'Curi' Rp428 Triliun dari RI
Project S TikTok santer di kancah global. Akal bulus TikTok ini juga disebut menjamah Indonesia, di mana memuluskan perdagangan lintas batas alias cross border.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan ada 21 juta UMKM lokal yang sudah terjun ke marketplace. Namun, pedagang lokal tetap kalah saing dengan banjir barang impor.
Teten menyebut algoritma TikTok bisa membaca kebiasaan penggunanya. Pada akhirnya, media sosial China itu berbuah data yang digunakan untuk menggambarkan keinginan konsumen di Indonesia.
"Sehingga dia bisa memberikan informasi kepada produsen UMKM di China yang mau masuk ke Indonesia, sehingga ini suatu ancaman. Karena itu ancaman bagi UMKM. Kita sudah perdagangan bebas, tapi saya kira setiap negara juga perlu melindungi UMKM, jangan sampai kalah bersaing," jelasnya di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa (11/7).
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS Amin AK juga menyinggung Project S TikTok yang disebut racun pembunuh UMKM Indonesia. Ia mengatakan media sosial asal China itu memanfaatkan pasar Indonesia yang sangat besar untuk meraup keuntungan.
Ia menyebut manuver TikTok jelas mengancam keberlangsungan UMKM di tanah air. Pasalnya, TikTok menganalisis tren perilaku konsumen Indonesia demi keuntungan pelaku usaha Negeri Tirai Bambu.
"Menurut Bank Indonesia (BI), nilai transaksi e-commerce di Indonesia mencapai Rp476,3 triliun pada 2022. Sayangnya, sekali lagi sayangnya, dari nilai transaksi sebesar itu, Rp428,67 triliun atau 90 persennya dinikmati produsen luar negeri, terutama China," ungkapnya di Rapat Paripurna DPR RI ke-30 Masa Sidang V 2022-2023, Jakarta Pusat, Kamis (13/7).
"TikTok menganalisis tren perilaku konsumen Indonesia, kemudian meminta UMKM China memproduksi barang yang laris di Indonesia. Lalu, produknya dipasarkan melalui Project S dengan promosi besar-besaran dan harga murah," sambung Amin.
Cara Main TikTok Shop
Terlepas dari dugaan Project S, hal yang dikeluhkan para pelaku usaha terhadap TikTok Shop adalah penggabungan media sosial dengan e-commerce dalam satu aplikasi. Dengan begitu, TikTok punya kesempatan besar mendapatkan cuan dari para pengguna aplikasinya.
Saat membuka aplikasi TikTok di smartphone, Anda akan langsung melihat salah satu menu bernama 'Shop' di pojok bawah layar. Ketika diklik, banyak produk ditawarkan, selayaknya e-commerce atau marketplace.
Namun, harganya jauh dari kewajaran. Ada hoodie atau jaket senilai Rp100, tas ransel Rp2.000, hingga pashmina Rp2.000.
Penjual di TikTok Shop biasanya menjajakan dagangannya melalui fitur live. Mereka seakan memindahkan cara berdagang di pasar ke layar ponsel. Sejumlah gimik yang disajikan penjual pun seakan menghipnotis para penontonnya untuk bertahan di live tersebut, bahkan membelinya.
Ketika menonton live pedagang TikTok Shop, Anda memang akan menemukan 'keranjang kuning' di pojok kiri bawah layar. Saat diklik, ada daftar barang dagangan yang dijajakan, lengkap dengan rincian harganya.
Proses pembelian produk di TikTok Shop juga mirip seperti toko online lain. Anda tinggal mengisi data diri dan alamat pengiriman sebelum membayarnya.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Pedagang Pasar Tanah Abang Menjerit
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di Pasar Tanah Abang, Selasa (12/9), para pedagang tampak sepi pengunjung. Soleh, salah satu penjual, mengaku omzetnya turun karena TikTok Shop.
Ia mengaku pada 2019 bisa mengantongi puluhan juta per hari. Namun, kini dirinya pernah hanya mendapat satu pembeli dalam sehari.
"Dulu sebelum TikTok ada, tokonya masih ada, Lazada, Shopee itu gak ngaruh ke pasaran. Sekarang sudah ada TikTok hadir (jadi sepi)," aku Soleh.
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP Darmadi Durianto juga ikut menyampaikan keluhan pedagang Pasar Tanah Abang kepada Ketua KPPU M Afif Hasbullah.
Menurutnya, omzet penjualan pedagang tersebut anjlok hingga 60 persen imbas kehadiran TikTok Shop.
"Sekarang sewa toko di Pasar Tanah Abang murah banget, hampir gak laku. Separuhnya habis karena gak ada peminat, omzet turun banyak. Di media massa ini pengaruh e-commerce, kemudian masuk TikTok Shop. Apa hal ini sudah dikaji KPPU? Langkah apa yang bisa dilakukan kalau ada predatory (pricing)?" tanya Darmadi dalam rapat kerja dengan KPPU di DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (13/9).
"Ini bagaimana persaingan usaha tidak sehat ini? Pelaku UMKM di Bandung, Tanah Abang, Tambora semua menjerit. Bagaimana langkah KPPU menyelamatkan ini?" desak Darmadi.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas sempat menyuarakan rencana pencabutan izin TikTok Shop. Menurutnya, media sosial asal China itu tidak boleh sekaligus berjualan dalam satu platform.
Zulhas dan jajaran sempat mengadakan rapat dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno untuk membahas rencana pelarangan TikTok Shop di Indonesia tersebut.
"Saya nanti akan rapat di Kemensetneg jam setengah empat (15.30 WIB), membahas termasuk revisi Permendag 50 (Tahun 2020), juga apakah kita larang saja ya atau gimana ya, ini akan dibahas nanti. Ini lagi dibahas (rencana pencabutan izin TikTok Shop)," katanya di Harris Vertu Harmoni Hotel, Jakarta Pusat, Senin (11/9).
Ia menyebut banyak sekali keluhan masuk soal serbuan barang murah asing di tanah air. Menurutnya, tidak hanya UMKM yang tak kuat meladeni banjir barang murah tersebut, ada juga pabrikan lain dari industri kecantikan hingga fesyen.
Head of Communications TikTok Indonesia Anggini Setiawan sempat menyambangi Kantor Kemenkop UKM di bilangan Jakarta Selatan pada Rabu (26/7). Ia mengklarifikasi soal tudingan Project S yang mematikan UMKM lokal.
Anggini membantah Project S adalah cara TikTok memuluskan perdagangan lintas batas, di mana perilaku belanja orang Indonesia dimata-matai demi masuknya produk impor China ke tanah air. Ia menekankan 100 persen penjual di TikTok Shop adalah entitas bisnis lokal yang terdaftar atau pengusaha mikro lokal dengan verifikasi KTP atau paspor.
Menurutnya, kemunculan TikTok Shop adalah penyesuaian dengan kebutuhan pasar. Anggini mengklaim tempat belanja ini sudah disesuaikan dengan pasar Indonesia, bahkan membawa manfaat bagi para penjual lokal.
"Kami telah memberi keterangan kepada Kemenkop UKM dan ingin meluruskan misinformasi yang beredar di media dan publik. Tidak benar bahwa kami akan meluncurkan inisiatif lintas batas di Indonesia. Kami tidak berniat untuk menciptakan produk e-commerce sendiri atau menjadi wholesaler yang akan berkompetisi dengan para penjual Indonesia," kata Anggini, dikutip dari keterangan resmi.
"Sebagai sebuah perusahaan, kami senantiasa menghormati hukum dan peraturan yang berlaku dan telah memperoleh izin operasi dari Kemendag," imbuhnya.
Soal rencana pelarangan TikTok Shop, Anggini meminta Mendag Zulkifli Hasan dan jajaran pemerintah mengkaji ulang rencana tersebut. Ia mengatakan hampir 2 juta bisnis lokal di tanah air tumbuh dan berkembang berkat hadirnya social commerce.
"Memisahkan media sosial dan e-commerce ke dalam platform yang berbeda bukan hanya akan menghambat inovasi, namun juga akan merugikan pedagang dan konsumen di Indonesia," kata Anggini kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/9).
"Kami berharap pemerintah dapat memberikan kesempatan yang sama bagi TikTok," sambungnya.
TikTok Shop dituding menjadi biang kerok kebangkrutan banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Bahkan, e-commerce yang menyatu dengan media sosial itu bikin pemerintah merevisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 50 Tahun 2020 tentang Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Elektronik (PPMSE). Revisi ini diyakini bisa menjadi salah satu tameng menghalau 'racun' TikTok Shop.
Berbagai pihak juga kompak mengeluhkan eksistensi TikTok Shop di Indonesia, mulai dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki hingga Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. Bahkan, fenomena TikTok Shop membuat para pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat menjerit.
TikTok Shop diklaim membunuh UMKM tanah air karena produk-produk yang dijajakannya sangat murah. Oleh karena itu, barang jualan pedagang asli Indonesia di toko offline maupun marketplace lain kalah saing.
Bahkan, barang yang dijual pedagang di TikTok Shop dituding hasil perdagangan lintas batas alias cross border. Jika benar, banjir barang impor tersebut berarti langsung ditawarkan kepada pembeli tanpa melalui proses importasi yang semestinya.
Dugaan Project S TikTok 'Curi' Rp428 Triliun dari RI
Project S TikTok santer di kancah global. Akal bulus TikTok ini juga disebut menjamah Indonesia, di mana memuluskan perdagangan lintas batas alias cross border.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan ada 21 juta UMKM lokal yang sudah terjun ke marketplace. Namun, pedagang lokal tetap kalah saing dengan banjir barang impor.
Teten menyebut algoritma TikTok bisa membaca kebiasaan penggunanya. Pada akhirnya, media sosial China itu berbuah data yang digunakan untuk menggambarkan keinginan konsumen di Indonesia.
"Sehingga dia bisa memberikan informasi kepada produsen UMKM di China yang mau masuk ke Indonesia, sehingga ini suatu ancaman. Karena itu ancaman bagi UMKM. Kita sudah perdagangan bebas, tapi saya kira setiap negara juga perlu melindungi UMKM, jangan sampai kalah bersaing," jelasnya di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa (11/7).
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS Amin AK juga menyinggung Project S TikTok yang disebut racun pembunuh UMKM Indonesia. Ia mengatakan media sosial asal China itu memanfaatkan pasar Indonesia yang sangat besar untuk meraup keuntungan.
Ia menyebut manuver TikTok jelas mengancam keberlangsungan UMKM di tanah air. Pasalnya, TikTok menganalisis tren perilaku konsumen Indonesia demi keuntungan pelaku usaha Negeri Tirai Bambu.
"Menurut Bank Indonesia (BI), nilai transaksi e-commerce di Indonesia mencapai Rp476,3 triliun pada 2022. Sayangnya, sekali lagi sayangnya, dari nilai transaksi sebesar itu, Rp428,67 triliun atau 90 persennya dinikmati produsen luar negeri, terutama China," ungkapnya di Rapat Paripurna DPR RI ke-30 Masa Sidang V 2022-2023, Jakarta Pusat, Kamis (13/7).
"TikTok menganalisis tren perilaku konsumen Indonesia, kemudian meminta UMKM China memproduksi barang yang laris di Indonesia. Lalu, produknya dipasarkan melalui Project S dengan promosi besar-besaran dan harga murah," sambung Amin.
Cara Main TikTok Shop
Terlepas dari dugaan Project S, hal yang dikeluhkan para pelaku usaha terhadap TikTok Shop adalah penggabungan media sosial dengan e-commerce dalam satu aplikasi. Dengan begitu, TikTok punya kesempatan besar mendapatkan cuan dari para pengguna aplikasinya.
Saat membuka aplikasi TikTok di smartphone, Anda akan langsung melihat salah satu menu bernama 'Shop' di pojok bawah layar. Ketika diklik, banyak produk ditawarkan, selayaknya e-commerce atau marketplace.
Namun, harganya jauh dari kewajaran. Ada hoodie atau jaket senilai Rp100, tas ransel Rp2.000, hingga pashmina Rp2.000.
Penjual di TikTok Shop biasanya menjajakan dagangannya melalui fitur live. Mereka seakan memindahkan cara berdagang di pasar ke layar ponsel. Sejumlah gimik yang disajikan penjual pun seakan menghipnotis para penontonnya untuk bertahan di live tersebut, bahkan membelinya.
Ketika menonton live pedagang TikTok Shop, Anda memang akan menemukan 'keranjang kuning' di pojok kiri bawah layar. Saat diklik, ada daftar barang dagangan yang dijajakan, lengkap dengan rincian harganya.
Proses pembelian produk di TikTok Shop juga mirip seperti toko online lain. Anda tinggal mengisi data diri dan alamat pengiriman sebelum membayarnya.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Jerit Pedagang Tanah Abang hingga Klarifikasi Tiktok
TikTok Shop dituding menjadi biang kerok kebangkrutan banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Pedagang Pasar Tanah Abang Menjerit
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di Pasar Tanah Abang, Selasa (12/9), para pedagang tampak sepi pengunjung. Soleh, salah satu penjual, mengaku omzetnya turun karena TikTok Shop.
Ia mengaku pada 2019 bisa mengantongi puluhan juta per hari. Namun, kini dirinya pernah hanya mendapat satu pembeli dalam sehari.
"Dulu sebelum TikTok ada, tokonya masih ada, Lazada, Shopee itu gak ngaruh ke pasaran. Sekarang sudah ada TikTok hadir (jadi sepi)," aku Soleh.
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP Darmadi Durianto juga ikut menyampaikan keluhan pedagang Pasar Tanah Abang kepada Ketua KPPU M Afif Hasbullah.
Menurutnya, omzet penjualan pedagang tersebut anjlok hingga 60 persen imbas kehadiran TikTok Shop.
"Sekarang sewa toko di Pasar Tanah Abang murah banget, hampir gak laku. Separuhnya habis karena gak ada peminat, omzet turun banyak. Di media massa ini pengaruh e-commerce, kemudian masuk TikTok Shop. Apa hal ini sudah dikaji KPPU? Langkah apa yang bisa dilakukan kalau ada predatory (pricing)?" tanya Darmadi dalam rapat kerja dengan KPPU di DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (13/9).
"Ini bagaimana persaingan usaha tidak sehat ini? Pelaku UMKM di Bandung, Tanah Abang, Tambora semua menjerit. Bagaimana langkah KPPU menyelamatkan ini?" desak Darmadi.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas sempat menyuarakan rencana pencabutan izin TikTok Shop. Menurutnya, media sosial asal China itu tidak boleh sekaligus berjualan dalam satu platform.
Zulhas dan jajaran sempat mengadakan rapat dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno untuk membahas rencana pelarangan TikTok Shop di Indonesia tersebut.
"Saya nanti akan rapat di Kemensetneg jam setengah empat (15.30 WIB), membahas termasuk revisi Permendag 50 (Tahun 2020), juga apakah kita larang saja ya atau gimana ya, ini akan dibahas nanti. Ini lagi dibahas (rencana pencabutan izin TikTok Shop)," katanya di Harris Vertu Harmoni Hotel, Jakarta Pusat, Senin (11/9).
Ia menyebut banyak sekali keluhan masuk soal serbuan barang murah asing di tanah air. Menurutnya, tidak hanya UMKM yang tak kuat meladeni banjir barang murah tersebut, ada juga pabrikan lain dari industri kecantikan hingga fesyen.
Head of Communications TikTok Indonesia Anggini Setiawan sempat menyambangi Kantor Kemenkop UKM di bilangan Jakarta Selatan pada Rabu (26/7). Ia mengklarifikasi soal tudingan Project S yang mematikan UMKM lokal.
Anggini membantah Project S adalah cara TikTok memuluskan perdagangan lintas batas, di mana perilaku belanja orang Indonesia dimata-matai demi masuknya produk impor China ke tanah air. Ia menekankan 100 persen penjual di TikTok Shop adalah entitas bisnis lokal yang terdaftar atau pengusaha mikro lokal dengan verifikasi KTP atau paspor.
Menurutnya, kemunculan TikTok Shop adalah penyesuaian dengan kebutuhan pasar. Anggini mengklaim tempat belanja ini sudah disesuaikan dengan pasar Indonesia, bahkan membawa manfaat bagi para penjual lokal.
"Kami telah memberi keterangan kepada Kemenkop UKM dan ingin meluruskan misinformasi yang beredar di media dan publik. Tidak benar bahwa kami akan meluncurkan inisiatif lintas batas di Indonesia. Kami tidak berniat untuk menciptakan produk e-commerce sendiri atau menjadi wholesaler yang akan berkompetisi dengan para penjual Indonesia," kata Anggini, dikutip dari keterangan resmi.
"Sebagai sebuah perusahaan, kami senantiasa menghormati hukum dan peraturan yang berlaku dan telah memperoleh izin operasi dari Kemendag," imbuhnya.
Soal rencana pelarangan TikTok Shop, Anggini meminta Mendag Zulkifli Hasan dan jajaran pemerintah mengkaji ulang rencana tersebut. Ia mengatakan hampir 2 juta bisnis lokal di tanah air tumbuh dan berkembang berkat hadirnya social commerce.
"Memisahkan media sosial dan e-commerce ke dalam platform yang berbeda bukan hanya akan menghambat inovasi, namun juga akan merugikan pedagang dan konsumen di Indonesia," kata Anggini kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/9).
"Kami berharap pemerintah dapat memberikan kesempatan yang sama bagi TikTok," sambungnya.