"Kuartal pertama ini merupakan periode yang cukup berat, mengingat terjadinya tekanan terhadap beberapa sektor ekonomi yang menjadi segmen andalan BNI, seperti perdagangan yang tertekan oleh menurunnya permintaan dari beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor. Namun demikian, pertumbuhan bisnis kami mengindikasikan kinerja yang tetap stabil," ujar Achmad Baiquni, Direktur Utama BNI, kemarin.
Menurut dia, sektor business banking maupun sektor consumer business tetap bertumbuh positif. Sektor business banking masih mendominasi sebanyak 71,7 persen dari total kredit perseroan. Sektor kredit ini tumbuh 22,7 persen dari Rp190,95 triliun pada kuartal pertama 2015 menjadi Rp234,22 triliun pada periode yang sama tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, lanjut Achmad, kredit sektor consumer business, bank pelat merah tersebut membukukan pertumbuhan sebesar 9,8 persen dari Rp52,53 triliun menjadi Rp57,65 triliun pada kuartal pertama ini. BNI sendiri menaruh perhatian serius pada penetrasi terhadap kredit berbasis payroll.
Pertumbuhan DPK tidak terlepas dari upaya BNI untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Dalam rangka meningkatkan layanan ini, BNI menyediakan 1.862 gerai di seluruh Indonesia. Jumlah itu belum termasuk kantor-kantor perwakilan perseroan di luar negeri.
Saat ini, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio/CAR BNI terjaga pada level 19,9 persen. Secara fundamental, penyisihan pencadangan juga tetap terjaga dengan baik dengan tingkat coverage ratio meningkat dari 130,5 persen menjadi 142,4 persen. (ags)