Blok Masela Senilai Rp342 T Mulai Dibangun, Akan Serap 12 Ribu Pekerja

CNN Indonesia
Jumat, 29 Agu 2025 11:14 WIB
Proyek Blok Gas Masela senilai Rp342,21 triliun resmi memulai pengerjaan desain rekayasa teknis. Operator proyeknya perusahaan migas Jepang, INPEX.
Proyek Blok Gas Masela senilai Rp342,21 triliun resmi memulai pengerjaan desain rekayasa teknis. Operator proyeknya perusahaan migas Jepang, INPEX. (Foto: HUMAS MENPANRB)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan Blok Gas Masela yang bernilai investasi mencapai US$20,94 miliar atau setara Rp342,21 triliun (asumsi kurs Rp16.342 per dolar AS) resmi memulai pengerjaan tahap Front End Engineering and Design (FEED) atau desain rekayasa teknis.

Operator proyek ini adalah perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Jepang yakni INPEX melalui anak usahanya INPEX Masela, Ltd.

Menurut Yuliot, setelah memulai tahap konstruksi, proyek lapangan gas raksasa ini bakal menyerap hingga 12 ribu tenaga kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan nilai investasi sebesar US$20,94 miliar, proyek ini menyerap sekitar 12.611 tenaga kerja pada fase development," ujar Yuliot dalam acara Peresmian Fase FEED Proyek LNG Abadi, di Hotel Mulia Jakarta, Kamis (28/8).

Menurutnya, penyerapan tenaga kerja untuk proyek ini akan mengutamakan pekerja lokal, sehingga nantinya bisa membantu pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

"Multiplier effect yang kita harapkan bisa benar-benar terwujud dan masyarakat di sekitar proyek merasakan langsung dampak positif keberadaan proyek ini," jelasnya.

Yuliot berharap proyek ini bisa on stream atau mulai produksi pada 2029 mendatang. Dengan demikian, maka akan bisa semakin mendukung target Net Zero Emission (NZE) karena proyek ini memiliki teknologi tangkap dan simpan karbon.

"Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa proyek ini, juga seperti proyek-proyek yang lain, bisa dengan standar lingkungan yang tinggi, termasuk implementasi Carbon Capture Storage atau CCS," terangnya.

Presiden dan CEO Inpex Corporation, Takayuki Ueda mengatakan apabila proyek ini sudah berjalan, maka nantinya bisa memberikan kontribusi hingga US$150 miliar atau setara dengan Rp2.454 triliun ke perekonomian dalam negeri. Tak hanya itu, ia mengatakan dalam 30 tahun akan tercipta 70 ribu lapangan kerja.

"Proyek ini akan berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia tidak hanya dengan meningkatkan ketahanan energi dan ketersediaan pasokan, tetapi juga dengan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja selama 30 tahun," kata Ueda.

Ueda menyebutkan ada lima negara utama yang bisa menjadi tujuan ekspor hasil gas Blok Masela, seperti Malaysia, Taiwan, Jepang, China dan Thailand.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/pta)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER