PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengumumkan menutup sementara empat kantor cabang pembantu (KCP) pada hari ini, Jumat (29/8).
Pihak bank mengumumkan ada sejumlah cabang terdampak aksi demonstrasi di Pasar Senendan Kwitang, Jakarta Pusat. Informasi ini tercantum dalam situs resmi BNI.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan langkah penutupan diambil sebagai bentuk kehati-hatian, sekaligus upaya menjaga keamanan dan kenyamanan nasabah maupun karyawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operasional empat outlet KCP, yaitu KCP Kwitang, KCP Pasar Senen Jaya, KCP Senen, dan KCP RSPAD Gatot Subroto ditutup sementara pada tanggal 29 Agustus 2025. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," ujar Okki dalam keterangan tertulisnya.
Menurutnya, penutupan tersebut bersifat sementara dan akan dievaluasi secara berkala.
"Pembukaan kembali akan dilakukan setelah situasi dinyatakan aman sesuai arahan pihak berwenang. Langkah ini juga telah kami laporkan dan koordinasikan dengan OJK," tambah Okki.
1. KCP Kwitang, Jl. Kwitang Raya No.27A, Jakarta Pusat - 10420 (di bawah KC Gambir)
2. KCP Pasar Senen Jaya, Pusat Grosir Senen Jaya Blok C8 Lantai 1, Jl. Pasar Senen, Jakarta Pusat - 10410 (di bawah KC Kramat)
3. KCP Senen, Pasar Senen Jaya Lantai Dasar Blok 1 & 2, Unit C2-1 hingga C2-7 (di bawah KC Kramat)
4. KCP RSPAD Gatot Subroto, Jl. Abdul Rahman No.24, Jakarta Pusat - 10410 (di bawah KC Kramat).
Penutupan cabang dilakukan di tengah gelombang demonstrasi yang berlangsung sejak kemarin (28/8). Aksi massa hari ini dipicu kematian seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Peristiwa itu memicu amarah ribuan massa yang kemudian mendatangi Markas Komando Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/8).
Situasi sempat memanas, dengan massa melempari gerbang Mako Brimob hingga aparat menembakkan gas air mata.
Gelombang protes juga meluas ke Bandung, Surabaya, dan Solo. Di Bandung, massa mengepung DPRD Jawa Barat, sementara di Surabaya aksi massa di depan Gedung Negara Grahadi disertai pembakaran hingga polisi menurunkan water cannon. Di Solo, massa melempari Markas Brimob Surakarta dan membakar kardus di Jalan Adi Sucipto.
Aksi demonstrasi yang awalnya menuntut keadilan untuk Affan juga membawa isu protes terhadap gaji dan tunjangan anggota DPR/MPR.
(del/pta)