SPBE dan Agen LPG Pertamina Tetap Hadir di Wilayah Terdampak Sumatera

Pertamina | CNN Indonesia
Minggu, 30 Nov 2025 13:05 WIB
Pertamina akan memenuhi kebutuhan energi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang mengalami gangguan akses akibat banjir dan longsor.
(Foto: arsip Pertamina)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) menyatakan akan tetap mengupayakan pemenuhan kebutuhan energi di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang dalam beberapa hari terakhir mengalami gangguan akses akibat banjir dan longsor.

Di ketiga wilayah itu, Pertamina mengoperasikan 54 Stasiun Pengisian Bulk LPG (SPBE) dan 556 Agen LPG. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menyebut, upaya pemenuhan kebutuhan energi itu antara lain difokuskan terhadap distribusi LPG.

"Pertamina Patra Niaga bersama Pertamina Group bergerak bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pemulihan dan menjamin suplai energi tetap tersedia bagi masyarakat. Di tengah kondisi yang penuh tantangan ini, kami berusaha mengupayakan distribusi LPG berjalan seoptimal mungkin," ujar Roberth.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari total 71 SPBE di wilayah terdampak, Pertamina dapat mempertahankan operasional, termasuk sebagian besar SPBE. Salah satunya, SPPBE Gn Sitoli yang pada Sabtu (29/11) telah mengirimkan lebih dari 12 ribu tabung LPG 3 kilogram ke berbagai wilayah sekitar Nias, mulai dari Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Kota Gunungsitoli, hingga Nias Induk.

Sebelumnya pada Jumat (28/11), realisasi penyaluran LPG 3 kg mencapai 11.760 tabung. Sementara itu, sebanyak 565 Agen LPG tersebar di wilayah-wilayah terdampak tetap dapat melayani masyarakat. Secara rinci, 39 Agen LPG di wilayah Aceh, 368 agen di Sumatera Utara, dan 149 Agen di Sumatera Barat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw menjelaskan bahwa kondisi geografis dan cuaca ekstrem menjadi tantangan utama proses pendistribusian.

Menurutnya, terdapat beberapa hambatan yang memengaruhi kelancaran suplai LPG, seperti jalan nasional dan provinsi yang terputus di titik-titik vital, longsor aktif yang menghalangi mobil tangki dan armada agen, banjir yang masih menutup jalur lintas timur dan barat, hingga jembatan yang mengalami penurunan struktur sehingga hanya dapat dilalui kendaraan kecil.

Fahrougi menegaskan, Pertamina terus meningkatkan langkah mitigasi untuk mengupayakan penyaluran energi tetap berjalan.

"Pertamina melakukan koordinasi intensif dengan Pemda, BPBD, dan instansi terkait untuk percepatan pembukaan akses. Pemantauan kami lakukan 24 jam melalui Satgas demi memastikan titik-titik kritis tetap terlayani," katanya.

Selain itu, Pertamina juga terus mempercepat mobilisasi armada, pengalihan suplai dari terminal yang aman, dan dukungan logistik lapangan untuk memastikan kebutuhan LPG masyarakat tetap terpenuhi selama masa darurat.

Masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan terkait informasi pasokan dan distribusi LPG dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 atau melalui kanal resmi sosial media.

(rea/rir)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER