AGP-PT RMM Dirikan Posko Kesehatan dan Dapur Umum untuk Korban Banjir
Artha Graha Network melalui Artha Graha Peduli (AGP) dan PT Rimba Mujur Mahkota (RMM) memberikan bantuan kepada korban banjir dan longsor di Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Bantuan disalurkan ke Desa Kampung Sawah dan Desa Setia Karya (Pasar IV Natal) mulai Kamis (27/11).
Sebagai langkah penanganan awal, Artha Graha Peduli dan PT RMM mendirikan dapur umum dan posko kesehatan yang beroperasi selama 24 jam di kompleks Masjid Taqwa Muhammadiyah Natal. Dapur umum tersebut menyediakan makanan siap saji bagi warga yang membutuhkan.
Humas PT RMM, Nendry Irmayanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyalurkan makanan siap saji sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Hingga 28 November, kami telah menyalurkan 1.800 bungkus makanan siap saji, dan pendistribusian akan terus berlanjut selama masyarakat membutuhkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11).
Penyaluran bantuan di lapangan dipimpin oleh General Manager PT RMM, Andhe Hasibuan, bersama Manager HRD PT RMM, Koko Hafrulidjas, serta Tim Artha Graha Peduli.
Bantuan diserahkan kepada Camat Natal, Mulia Gading, melalui Sekretaris kecamatan (Sekcam) Nori Susanda, dan diterima oleh Kepala Desa Kampung Sawah serta Kepala Desa Setia Karya.
Selain membuka dapur umum dan posko kesehatan, PT RMM juga menyalurkan bantuan berupa evakuasi warga, layanan medis, paket sembako, beras, mi instan, dan air mineral ke sejumlah desa terdampak banjir di Kecamatan Natal.
Pemerintah Kecamatan Natal menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Nori menyebut bantuan tersebut membantu meringankan kebutuhan warga di tengah kondisi darurat.
"Atas nama pemerintah kecamatan, kami mengucapkan terima kasih kepada Artha Graha Peduli. Bantuan ini sangat bermanfaat dan meringankan beban masyarakat," ucap dia.
Sebagai informasi, banjir dan longsor terjadi di berbagai wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh akibat hujan berintensitas tinggi sejak 24 November 2025.
Hingga 28 November, BNPB melaporkan di Sumatera Utara terdapat 116 korban meninggal, 42 orang masih dalam pencarian, serta kerusakan infrastruktur dan rumah warga di sejumlah titik.
(rir)