PalmCo Tekankan Peran SDM dalam Transformasi Industri Sawit

CNN Indonesia
Sabtu, 29 Nov 2025 14:34 WIB
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengungkapkan pentingnya kesiapan SDM berkompeten untuk menghadapi transformasi industri sawit nasional.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, dalam peringatan Dies Natalis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU).(Arsip PTPN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengungkapkan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) berkompeten dan adaptif untuk menghadapi industri sawit nasional yang memasuki fase transformasi.

Pesan itu disampaikan Jatmiko dalam peringatan Dies Natalis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) ke-69 di Auditorium USU, Medan, Selasa (25/11).

Di hadapan ratusan mahasiswa, akademisi, dan tamu undangan, Jatmiko menegaskan pengembangan SDM menjadi fondasi utama modernisasi industri sawit, terutama ketika perusahaan memasuki era mekanisasi dan digitalisasi perkebunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Transformasi bukan hanya soal teknologi, tetapi cara berpikir. Industri sawit membutuhkan generasi yang cerdas secara akademik dan siap memimpin perubahan," ujar Jatmiko dalam keterangan resmi.

PalmCo, yang beberapa tahun terakhir mendorong penggunaan teknologi dalam pengelolaan perkebunan, disebut Jatmiko membutuhkan talenta muda yang tidak hanya menguasai teori, tetapi mampu bekerja lintas disiplin.

Jatmiko menyebut ruang kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi menjadi kunci lahirnya inovasi yang relevan dengan kebutuhan sektor sawit masa depan. Menurut Jatmiko, perusahaan terus membuka peluang kerja sama untuk riset aplikatif serta program pengembangan kompetensi.

"Pertanian masa depan adalah pertanian digital. SDM-nya harus agile, kreatif, dan tahan banting. PalmCo siap bekerja sama dengan USU menyiapkan talenta terbaik bagi sektor perkebunan nasional," tuturnya.

Kepada mahasiswa, Jatmiko juga berpesan agar tidak hanya mengandalkan kecerdasan akademik, tetapi membangun daya tahan dalam proses.

"Tantangannya adalah endurance. Orang yang konsisten itulah yang akhirnya memimpin," ucap Jaktimo.

Lebih lanjut Jatmiko menyinggung posisi PalmCo yang kini menempati peringkat kedua dunia untuk rating keberlanjutan perusahaan perkebunan. Ia menegaskan produk minyak sawit mentah (CPO) yang dihasilkan perusahaan harus memenuhi tuntutan global akan praktik usaha berkelanjutan.

"Dunia membutuhkan CPO, termasuk Eropa. Mereka ingin CPO yang sustainable. PalmCo siap menyediakan produk yang premium dan ramah lingkungan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Dies Natalis FP USU ke-69, Sori P. Rintonga, menyambut baik kehadiran PalmCo dan sejumlah pemangku kepentingan industri pada perayaan tahun ini.

"Dies Natalis tahun ini menjadi momentum bagi fakultas untuk memperkuat kurikulum dan memperluas jejaring mitra industri. Mahasiswa bisa belajar langsung dari praktisi yang memimpin perubahan di lapangan," ucap Sori.

Suasana acara berlangsung hangat dengan partisipasi aktif mahasiswa. Berbagai sesi diskusi menghadirkan ruang pertukaran gagasan antara kampus, pemerintah, dan pelaku industri mengenai masa depan pertanian Indonesia.

(har)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER