Program Magang Nasional di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendapat pujian dari Kepala Staf Kepresidenan RI Muhammad Qodari.
Hal itu diungkap Qodari saat meninjau langsung pelaksanaan program Magang Nasional di Padang, Sumatra Barat, pada Jumat (28/11). Qodari ingin memastikan program itu berjalan dengan maksimal dan sesuai tujuan.
Dalam peninjauan tersebut Qodari bersama tim dan pihak Kemenaker RI mengunjungi Kantor BNI yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani sebagai bank yang menyerap peserta magang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini kami melihat langsung bagaimana pelaksanaan program magang nasional di sini untuk mencari tahu apakah ada kendala atau hal-hal yang perlu dievaluasi," kata M Qodari dikutip dari Antara.
Qodari mengatakan secara umum berdasarkan dialog dan tanya jawab yang dilakukan dengan peserta magang serta pihak bank, diketahui program berjalan dengan lancar. Kedua belah pihak sama-sama mengaku mendapatkan benefit atau manfaat dari program magang nasional itu, baik dari peserta magang maupun pihak BNI.
Para peserta mendapatkan pengalaman kerja, mengasah hard skill (keterampilan teknis) dan soft skill (keterampilan non teknis) karena mereka telah terjun langsung ke dunia kerja.
Sedangkan BNI terbantu dari sisi personalia, dan mendapatkan talenta muda yang nantinya bisa direkrut sebagai calon karyawan berpengalaman kerja.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyerap 4.103 peserta program Magang Nasional 2025, terdiri atas 3.570 peserta tahap I dan 533 peserta tahap II.
Dari total 4.103 peserta, sebanyak 88 persen peserta ditempatkan pada 205 kantor cabang dan 17 kantor wilayah, sementara 12 persen lainnya menjalani pemagangan di kantor pusat.
Distribusi penempatan peserta itu mendapat apresiasi dari Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat kunjungan kerja ke Kantor Pusat BNI. Menaker menilai distribusi penempatan peserta secara merata menjadi aspek penting agar pemagangan tidak hanya terpusat di kota besar.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan program Magang Nasional sejalan dengan kebutuhan industri perbankan yang terus berkembang, terutama di tengah akselerasi layanan keuangan digital.
Dia pun menyebut BNI membutuhkan talenta muda adaptif yang memahami proses bisnis perbankan, mulai dari pemasaran produk, pembiayaan, hingga layanan back office.
"Dalam enam bulan program ini, kami mendapatkan banyak talenta yang siap mendukung ekspansi bisnis BNI, terutama di lini pemasaran simpanan dan kredit yang saat ini menjadi fokus penguatan perusahaan," ucapnya dalam keterangan resmi.
(har)