Pertamina Jaga Pasokan Energi dan Bantu Korban Bencana Banjir Sumatra

Pertamina | CNN Indonesia
Sabtu, 29 Nov 2025 16:48 WIB
Pertamina jaga ketersediaan BBM dan LPG di wilayah banjir Sumatera, berikan bantuan darurat dan dukungan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Pertamina memberangkatkan helikopter milik PT Pelita Air Service untuk mengangkut BBM dan bantuan lain. (Foto: Arsip Pertamina)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) bersama seluruh subholding dan anak usaha terus menjaga ketersediaan BBM dan LPG di wilayah yang terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan daerah sekitarnya. Upaya ini dilakukan sejalan dengan tugas Satuan Tugas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Satgas Nataru), yang memastikan layanan energi tetap berjalan.

Melalui PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), Pertamina mengatur suplai BBM dan LPG menggunakan berbagai moda transportasi agar distribusi ke masyarakat tidak terhambat.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa perusahaan berfokus menjaga kelancaran distribusi energi dan memberikan dukungan bagi wilayah terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertamina menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang terjadi. Seluruh subholding dan anak usaha juga saling membantu untuk mendukung sampainya energi ke masyarakat, sekaligus bantuan dan dukungan bagi masyarakat terdampak. Hal ini mewujudkan komitmen Pertamina dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11).

Ia melanjutkan, Pertamina memastikan sarana dan fasilitas di area banjir berada dalam kondisi aman. Para pekerja yang terdampak juga mendapatkan dukungan dan sebagian tetap menjalankan tugas untuk menjaga layanan bagi masyarakat.

Pada sisi distribusi laut, kapal pengangkut BBM sempat menghadapi gelombang tinggi dan angin kencang di area Single Point Mooring (SPM) Belawan. Meski begitu, dua kapal berhasil melakukan bongkar muat dan melanjutkan pasokan.

Untuk mempercepat pengiriman bantuan, Pertamina mengoperasikan helikopter Bell 412 EP milik PT Pelita Air Service, yang diberangkatkan dari Bandara Pondok Cabe menuju Kualanamu. Pelita Air juga menyiapkan armada untuk misi penerbangan darurat ke sejumlah titik di Sumatra, seperti Rantau, Lhokseumawe, dan Pangkalan Susu.

Anak usaha Pertamina, PT Elnusa Petrofin, turut memastikan distribusi melalui armada mobil tangki tetap berjalan, meski terdapat tantangan medan. Perusahaan juga memastikan operasional SPPBE Gunung Sitoli serta DPPU Sibolga dan Silangit berada dalam kondisi aman.

"Pertamina berkoordinasi dengan berbagai pihak agar mobil tangki dapat mendistribusikan BBM dengan aman dan tetap mengedepankan aspek safety," imbuh Baron.

Di sisi lain, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga mengambil langkah kesiapsiagaan cepat untuk menjaga distribusi energi bagi masyarakat tetap berjalan optimal.

"Kami melakukan pemantauan intensif dan penyesuaian pola suplai sesuai kondisi di lapangan, termasuk koordinasi erat dengan pemerintah daerah, aparat, serta pihak penanganan kebencanaan," kata dia.

Sebagai langkah mitigasi, Pertamina melakukan alih suplai (RAE) Pertalite dan Biosolar dari sejumlah terminal, termasuk IT Lhokseumawe, FT Siantar, dan IT Dumai. Prioritas suplai diterapkan untuk SPBU berkategori stok kritis, sementara penyaluran Pertamax dan Pertamina Dex turut dimaksimalkan selama proses pemulihan.

Di samping menjaga pasokan energi, Pertamina juga mengerahkan tim Pertamina Peduli untuk membantu masyarakat terdampak banjir dan longsor. Bantuan darurat telah disalurkan, berupa 600 boks mi instan, 50 karung beras, serta 120 kardus air mineral.

Perwira dari Pertamina Hulu Energi juga menyalurkan tambahan bantuan seperti biskuit, susu balita, popok, dan perlengkapan dasar lainnya.

Anak usaha PT Pertamina Bina Medika IHC mengaktifkan area Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan di Kabupaten Langkat dan Rumah Sakit Pertamina Rantau di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai lokasi pengungsian. Layanan kesehatan tetap beroperasi meskipun fasilitas turut terdampak banjir.

"Seiring rasa keprihatinan Pertamina, bantuan ini merupakan langkah awal untuk dapat meringankan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di masa tanggap darurat," sebut Baron.

Pertamina terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, BPBD, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memetakan kebutuhan mendesak. Dukungan lanjutan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

Sejak 13 November 2025, Pertamina telah mengaktifkan Satgas Nataru untuk memantau kebutuhan energi dan infrastruktur distribusi di seluruh Indonesia.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan serta berhati-hati di jalur yang masih terdampak. Untuk layanan lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

(rir)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER