BRI Perluas Akses Pasar UMKM melalui Kemitraan dengan SOGO

BRI | CNN Indonesia
Minggu, 30 Nov 2025 14:33 WIB
Foto: BRI
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bersama SOGO Department Store memperkenalkan model kemitraan baru untuk mendorong UMKM menembus pasar ritel modern. Inisiatif ini resmi diluncurkan pada acara Grand Launching UMKM BRI & SOGO di Mall Central Park, Jakarta, Jumat (28/11).

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa langkah menggandeng jaringan ritel besar menjadi strategi penting dalam upaya peningkatan daya saing UMKM.

Menurutnya, kunci utama agar UMKM berkembang bukan hanya pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan akses pasar yang luas.

"Selama ini pengalaman saya pak puluhan tahun jadi bankir itu UMKM itu memang perlu pendampingan. Kalau gak tanpa pendampingan itu gak bisa maju. Kemudian yang berikut adalah perlu dibuka pintu untuk pasar. Termasuk pasar internasional," kata Hery.

Ia menilai, banyak produk UMKM sebenarnya telah memiliki kualitas ekspor. Namun penetrasinya belum masif karena minim dukungan jaringan pemasaran.
Melalui kolaborasi dengan SOGO, BRI berharap produk UMKM dapat tampil di ruang ritel premium dan mendapatkan eksposur yang lebih besar kepada masyarakat.

"Kita melihat bahwa produk-produk mereka ini mungkin udah ada yang di ekspor juga. Cuman ekspornya gak terlalu masif karena gak mendapat dukungan," sebutnya.

Hery optimistis model kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi sektor ritel lainnya. Dengan kehadiran SOGO di berbagai kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, peluang UMKM untuk memperluas pangsa pasar dinilai semakin terbuka.

"Mudah-mudahan gak hanya di mall ini ya. SOGO kan banyak, ada di Plaza Senayan, ada di Surabaya gitu pak. Nah mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini bisa menjadi contoh," ujarnya.

Di sisi lain, Hery menegaskan pentingnya memperkuat basis pelaku UMKM dalam struktur ekonomi nasional. Ia menyebut salah satu indikator negara maju adalah rasio pelaku UMKM dan pengusaha yang mencapai lebih dari 4% dari jumlah penduduk. Negara seperti Jepang dan Amerika Serikat bahkan memiliki rasio 10-12%.

"Sebuah negara itu akan dibilang negara maju kalau komposisi UMKM-nya sudah lebih dari 4%. Indonesia mungkin sekarang masih di bawah 4% dari total penduduk," ujarnya.

Saat ini UMKM berkontribusi lebih dari 60% terhadap PDB Indonesia. Karena itu, Hery menilai pemberdayaan berkelanjutan dan pembukaan akses pasar menjadi faktor penting untuk memastikan UMKM tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.

(inh)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK