IHSG Akhir 2025 Tak Sesuai Target, Purbaya Pede 2026 Tembus 10 Ribu

CNN Indonesia
Kamis, 01 Jan 2026 11:50 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir 2025 belum sepenuhnya sesuai dengan desain awal pemerintah. (Foto: ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir 2025 belum sepenuhnya sesuai dengan desain awal pemerintah.

Meski demikian, Purbaya yakin perbaikan dan sinkronisasi kebijakan ekonomi akan menjadi dorongan kuat bagi lonjakan IHSG pada tahun depan.

"Oh, iya lah (tahun depan IHSG to the moon). Harusnya kalau kemarin desainnya sesuai dengan desain saya, sekarang sudah 9.000. Tapi kan sudah itu sedikit, ke depan dengan kebijakan semakin sinkron dan ekonominya semakin bagus, harusnya IHSG akan naik lebih cepat," kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (31/12).

Sang Bendahara Negara menjelaskan optimisme tersebut didasarkan pada perbaikan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter serta kondisi ekonomi yang dinilai semakin solid. Dengan dukungan itu, Purbaya meyakini kinerja pasar saham nasional akan bergerak lebih agresif dibanding periode sebelumnya.

Saat ditanya mengenai potensi level IHSG pada 2026, Purbaya menyebut indeks berpeluang menembus angka psikologis baru. Ia bahkan memperkirakan capaian tersebut bisa melampaui ekspektasi pasar.

"(IHSG) 10 ribu tahun depan? Oh lebih lah. Lebih kalau tahun depan ya. Akhir tahun depan kan? Lebih pasti," ujarnya.

Sebelumnya, Purbaya sempat menyampaikan keyakinannya bahwa IHSG berpeluang menembus level 9.000 pada akhir tahun seiring membaiknya kepercayaan pasar terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.

Ia juga memproyeksikan dalam jangka panjang indeks berpotensi mencapai 32 ribu dalam sepuluh tahun ke depan sejalan dengan pemulihan kepercayaan publik dan pelaku pasar.

Untuk memperkuat optimisme tersebut, pemerintah sebelumnya menempatkan Rp200 triliun ke dalam sistem keuangan nasional guna menambah likuiditas. Menurut Purbaya, kebijakan tersebut ditujukan untuk mendorong aktivitas ekonomi dan pergerakan pasar keuangan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) sebanyak 24 kali sepanjang 2025. Hal ini mencerminkan kinerja positif pasar modal dalam setahun terakhir.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan rekor tersebut dihitung konsisten pada setiap penutupan perdagangan. Ia menilai pencapaian itu merupakan hasil sinergi regulator, bursa, dan seluruh pelaku pasar.

Sepanjang 2025, IHSG juga tumbuh lebih kuat dibandingkan 2024. Dari sebelumnya berada di kisaran 7.000, indeks kini bergerak di atas 8.000. Berdasarkan data RTI, IHSG terakhir bergerak di rentang 8.584-8.663.

(del/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK