BNI Dukung Pembangunan Hunian Danantara bagi Korban Bencana Sumatra

BNI | CNN Indonesia
Jumat, 02 Jan 2026 16:06 WIB
BNI berkontribusi dalam pembangunan 15.000 unit Hunian Danantara untuk masyarakat terdampak bencana Sumatera, dukung pemulihan pascabencana terintegrasi.
Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung kesiapan Hunian Danantara, Kamis (1/1). (Foto: Arsip BNI)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berpartisipasi aktif dalam mendukung target pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI) Danantara Indonesia untuk menyediakan 15.000 unit Hunian Danantara (Huntara). Program ini difokuskan bagi masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara sebagai upaya pemulihan pascabencana yang terintegrasi.

Pada realisasi tahap pertama di Kabupaten Aceh Tamiang, BNI berkontribusi dalam pembangunan 120 unit hunian, atau sekitar 20 persen dari total 600 unit Huntara yang dibangun di wilayah tersebut.

Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen BNI untuk memastikan masyarakat terdampak segera mendapatkan akses tempat tinggal yang aman dan memadai melalui sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meninjau langsung kesiapan Hunian Danantara tersebut pada Kamis (1/1), didampingi oleh CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia Rohan Hafas dan pimpinan perusahaan BUMN yang terlibat, termasuk Direktur Information Technology BNI Toto Prasetio.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo menekankan bahwa percepatan pembangunan hunian merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi warga terdampak bencana. Presiden juga mengarahkan agar sinergi BUMN di bawah koordinasi Danantara terus diperkuat guna memastikan penanganan di lapangan berjalan efektif dan cepat.

Ia juga menilai penyelesaian pembangunan hunian dalam waktu singkat sebagai capaian yang patut diapresiasi karena memungkinkan masyarakat segera mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Di samping pembangunan fisik rumah, fokus pemerintah juga tertuju pada pemulihan layanan dasar. Presiden meminta agar fasilitas pendidikan dan kesehatan, seperti sekolah, puskesmas, dan rumah sakit, segera dioperasikan kembali untuk mendukung kehidupan sosial masyarakat.

"Saya juga minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah juga diperhatikan, sama puskesmas dan rumah sakit supaya bisa berfungsi secepatnya kembali," tegasnya.

Hal ini sejalan dengan laporan CEO Danantara, Rosan Roeslani, yang menyatakan bahwa pembangunan Hunian Danantara di Aceh Tamiang telah memasuki tahap akhir dan siap diserahterimakan kepada pemerintah daerah.

Penyerahan tahap pertama sebanyak 600 unit hunian dijadwalkan berlangsung pada 8 Januari 2026. Kawasan hunian tersebut juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, termasuk taman bermain, jaringan WiFi, musala, fasilitas umum, serta sarana sanitasi.

"Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang telah ditetapkan sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak," ujar dia.

Dalam tiga bulan ke depan, Danantara menargetkan penyelesaian total 15.000 unit Hunian Danantara, dengan sekitar 12.000 unit berada di Aceh, sekitar 2.000 unit di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, serta sekitar 500 unit di Sumatra Barat.

COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menambahkan pembangunan Hunian Danantara dilakukan dalam waktu yang terbatas sehingga membutuhkan disiplin eksekusi dan intensitas kerja yang tinggi dari BUMN.

"Pembangunan Rumah Hunian Danantara dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas. BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, mulai dari percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan agar target tercapai sebelum awal tahun," paparnya.

Sementara itu, Direktur Information Technology BNI, Toto Prasetio, menyampaikan bahwa keterlibatan BNI dalam pembangunan hunian di Aceh Tamiang merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung percepatan penanganan pascabencana.

Kontribusi tersebut dilakukan melalui sinergi Keluarga Besar BUMN dalam program BUMN Peduli Satu Hati untuk Sumatera yang dikoordinasikan oleh Danantara Indonesia, guna memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran.

Pembangunan Hunian Danantara di Aceh Tamiang dilaksanakan melalui kolaborasi BUMN karya dengan PT Hutama Karya (Persero) sebagai koordinator pelaksana. Lokasi pembangunan berada di Jalan Banda Aceh-Medan, Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

"Dukungan BNI tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik hunian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak agar dapat bangkit secara bertahap," kata Toto dalam keterangan tertulis, Jumat (2/1).

BNI menegaskan akan terus melakukan pendampingan seiring proses pembangunan Hunian Danantara dan tahapan pemulihan pascabencana, guna memastikan rehabilitasi berjalan secara terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak.

(rir)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER