Bencana Bikin Aceh, Sumut, Sumbar Inflasi Tinggi pada Desember 2025

CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2026 14:30 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) mengalami inflasi pada Desember 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) mengalami inflasi pada Desember 2025 Ilustrasi. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) mengalami inflasi pada Desember 2025.

Inflasi terjadi menyusul terjangan banjir dan tanah longsor pada akhir November lalu.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan ketiga wilayah itu masuk dalam daftar provinsi dengan inflasi tertinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, mengalami inflasi di Desember setelah sebelumnya deflasi di November 2025. Ketiga provinsi ini termasuk dalam kelompok provinsi dengan inflasi tertinggi," ujar Pudji dalam konferensi pers virtual, Senin (5/1).

Berdasarkan paparan Pudji, Aceh berada di peringkat pertama provinsi dengan inflasi tertinggi di level 3,6 persen secara bulanan (mtm). Selnajutnya, Sumut berada di posisi ketiga provinsi dengan inflasi tertinggi di level 1,66 persen (mtm). Berikutnya, Sumbar di posisi ke-6 dengan inflasi 1,48 persen (mtm).

Pudji mengatakan inflasi Aceh disebabkan oleh sejumlah komoditas di antaranya beras dengan andil 0,80 persen; bahan bakar rumah tangga (0,26 persen); minyak goreng (0,26 persen). Lalu telur ayam ras (0,24 persen), bawang merah (0,24 persen), dan nasi dengan lauk (0,15 persen).

Sedangkan inflasi Sumut disebabkan oleh komoditas cabai rawit dengan andil 0,41 persen; bawang merah (0,24 persen); kelapa (0,14 persen); daging ayam ras (0,13 persen); emas perhiasan (0,09 persen); dan kacang panjang (0,07 persen).

Lalu, inflasi Sumbar disebabkan komoditas bawang merah dengan andil 0,22 persen; cabai rawit (0,18) persen, beras (0,14 persen), daging ayam ras (0,10 persen); kangkung (0,09 persen); dan emas perhiasan (0,09 persen).

"Penyebab terjadinya inflasi di ketiga wilayah tersebut karena kenaikan harga komoditas yang diakibatkan efek bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025," ujar Pudji.

[Gambas:Video CNN]

(fby/sfr)