Pertamina Pastikan Aset Minyak di Venezuela Tak Terimbas Serangan AS
PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memastikan aset anak usaha perusahaan, Maurel & Prom (M&P), tak terdampak serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela.
Manager Relations PIEP Dhaneswari Retnowardhani mengungkapkan perusahaan merupakan pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sebesar 71,09 persen pada M&P. Salah satu aset yang dikelola oleh perusahaan migas asal Prancis itu berada di Venezuela.
"Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela," ujar Dhaneswari dalam keterangan resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan, sambung Dhaneswari, terus melakukan pemantauan secara cermat terhadap dinamika situasi yang berkembang, serta menjalin koordinasi yang berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas.
"Itu sebagai bagian dari langkah kehati-hatian dan komitmen perusahaan dalam memastikan keselamatan serta keberlangsungan operasional," ujar Dhaneswari.
Venezuela menjadi perhatian dunia setelah Presiden AS Donald Trump menggempur Kota Caracas dan menangkap Presiden Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1) lalu.
Usai aksi tersebut, Trump secara blak-blakan mengatakan AS akan menguasai cadangan minyak dan gas Venezuela. Ia juga mengklaim perusahaan-perusahaan minyak dan gas akan menggelontorkan investasi besar-besaran untuk mengelola minyak dan gas negara di Amerika Latin itu.
"Perusahaan-perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat kami, yang terbesar di manapun di dunia ini, akan masuk (ke Venezuela) untuk mengeluarkan investasi miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak," ujar Trump dalam konferensi pers di kediamannya Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, dikutip dari CNBC.
Venezuela sendiri merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.
Berdasarkan OPEC Annual Statistical Bulletin 2025, cadangan minyak terbukti Venezuela mencapai 303,22 miliar barel atau hampir seperlima dari cadangan minyak dunia, 1.566,86 miliar barel.
(ldy/sfr)