ETF Dukung Digitalisasi Pendidikan Vokasi di Magelang dan Merauke

Sinarmas Group | CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2026 15:58 WIB
Eka Tjipta Foundation dukung digitalisasi pendidikan vokasi di Magelang dan Merauke dengan menyalurkan laptop dan PC, meningkatkan kualitas pembelajaran siswa.
Foto: Arsip Sinarmas
Jakarta, CNN Indonesia --

Eka Tjipta Foundation (ETF) bersama Konsorsium Pengusaha Peduli Sekolah Vokasi RI menyalurkan bantuan perangkat teknologi informasi ke dua sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayah barat dan timur Indonesia.

Bantuan tersebut berupa 36 unit laptop untuk SMK Ma'arif Kota Magelang, Jawa Tengah, serta 87 unit komputer pribadi (PC) bagi SMK Negeri 1 Bisnis dan Manajemen Merauke, Papua.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan vokasi sekaligus memperkuat proses pembelajaran berbasis teknologi informasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehadiran perangkat digital diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran serta menyiapkan lulusan SMK agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri modern.

Ketua Tim Strategi dan Perencanaan Konsorsium Pengusaha Peduli Sekolah Vokasi RI yang juga Ketua Harian Eka Tjipta Foundation, Agustina Tutik, menegaskan bahwa pendidikan vokasi memegang peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

"Kami percaya bahwa pendidikan vokasi yang kuat adalah jembatan utama menuju masa depan tenaga kerja Indonesia yang kompeten dan berdaya saing global. Melalui bantuan ini, kami berharap sekolah dapat semakin berinovasi dan membangun kultur belajar digital yang relevan dengan dunia industri," ujar Tutik.

Di SMK Ma'arif Kota Magelang, bantuan laptop disambut antusias oleh guru dan siswa. Setelah proses instalasi, perangkat langsung dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar di laboratorium komputer.

Fasilitas ini mendukung pembelajaran berbasis komputer, khususnya pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta membantu guru mengenalkan teknologi digital secara langsung kepada siswa.

Kepala SMK Ma'arif Kota Magelang, Eka Veranika Arte, menyampaikan bahwa bantuan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap proses pembelajaran di sekolahnya.

"Sekarang, anak-anak dapat berlatih menggunakan komputer dengan lebih lancar, terutama untuk menghadapi ujian berbasis komputer yang sebelumnya menjadi tantangan besar," ujar Eka.

Dampak dari bantuan ini terasa nyata, karena guru dapat memanfaatkannya untuk memperdalam metode pengajaran berbasis teknologi, sementara siswa kini memiliki ruang belajar yang lebih lengkap, modern dan inklusif.

Bagi sebagian besar siswa yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses ke perangkat komputer, kehadiran laptop baru ini menjadi kesempatan untuk mengenal dunia digital lebih dalam - mulai dari penguasaan aplikasi perkantoran, desain grafis, hingga pemanfaatan internet sebagai jendela pengetahuan global.

Manfaat serupa juga dirasakan di SMK Negeri 1 Bisnis dan Manajemen Merauke. Sekolah tersebut menerima 87 unit PC yang digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran, termasuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 5-6 November 2025.

"Perangkat PC sangat membantu dan sudah kami gunakan untuk Tes Kemampuan Akademik," ujar Kepala SMK Negeri 1 Bisnis dan Manajemen Merauke, Mariana Lusi Lalong.

Dari sisi siswa, bantuan tersebut dinilai mampu meningkatkan efektivitas belajar. Sebelumnya, satu komputer digunakan oleh dua hingga tiga siswa. Kini, setiap siswa dapat belajar dengan satu perangkat.

"Terima kasih atas bantuan 87 komputer yang telah mengubah pendidikan vokasi kami," ujar Siswa Kelas XII Jurusan Akuntansi SMKN 1 Merauke Bisnis dan Manajemen Yuliana Kimanop.

Bagi ETF yang tergabung dalam konsorsium, inisiatif ini adalah misi sosial untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga berdaya guna.

Bersama konsorsium, ETF memulainya dari meningkatkan sarana, mengembangkan kapasitas guru, dan memberdayakan siswa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja mereka kelak. Apa yang berlangsung di Magelang dan Merauke merupakan sebagian dari kolaborasi dunia industri dengan dunia pendidikan.

(inh)