Rupiah Keok ke Rp16.740 per Dolar AS usai Maduro Ditangkap AS
Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp16.740 per dolar AS pada Senin (5/1) sore. Mata uang Garuda melemah 15 poin atau minus 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah ke posisi Rp16.748 per dolar AS pada perdagangan sore ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mata uang Asia bervariasi. Yuan China naik 0,11 persen, dolar Singapura turun 0,09 persen, peso Filipina melemah 0,41 persen, ringgit Malaysia minus 0,38 persen, won Korea Selatan turun 0,17 persen, yen Jepang turun 0,13 persen, dan baht Thailand naik 0,46 persen.
Di negara maju, pergerakan nilai tukar juga beragam. Poundsterling Inggris turun 0,24 persen, euro Eropa minus 0,27 persen, franc Swiss turun 0,24 persen, dolar Kanada turun 0,34 persen, dolar Australia melemah 0,27 persen.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah terhadap dolar AS yang menguat secara luas pasca penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS).
Ini menekan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.
"Data perdagangan Indonesia bulan November yang mengecewakan dan di bawah harapan ikut menekan rupiah," ujar Lukman pada CNNIndonesia.com.
(fby/sfr)