Dukung Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Terima Apresiasi Presiden

Pupuk Indonesia | CNN Indonesia
Kamis, 08 Jan 2026 11:11 WIB
Pupuk Indonesia menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo atas penyediaan pupuk yang berkelanjutan, terjangkau, dan berkualitas.
(Foto: arsip Pupuk Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pupuk Indonesia (Persero) menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo Subianto atas kontribusi mendukung perwujudan swasembada pangan nasional melalui penyediaan pupuk yang berkelanjutan, terjangkau, dan berkualitas.

Penghargaan diterima oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, pada momen Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi menyatakan, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh Insan Pupuk Indonesia, sehingga Pupuk Indonesia bisa meneguhkan peran sebagai penopang ketahanan pangan nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini penghargaan tertinggi yang diberikan Presiden atas kinerja kita semua, atas kerja sama, atas teamwork, atas kerja keras seluruh insan Pupuk Indonesia, Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih dan selamat kepada seluruh Insan Pupuk Indonesia yang telah bekerjasama, bahu membahu, kerja keras mewujudkan swasembada pangan," kata Rahmad.

Menurutnya, swasembada pangan bisa tercapai karena kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan pada sektor pertanian. Rahmad pun berterima kasih atas keputusan Prabowo menyederhanakan peraturan terkait pupuk.

"Ada 145 aturan dihapus menjadi satu, yaitu Perpres Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyaluran Pupuk Bersubsidi. Kemudian keluar Perpres 113/2025 sebagai perubahannya yang intinya memberikan ruang kepada Pupuk Indonesia untuk melakukan efisiensi, sehingga harga pupuk bisa turun 20 persen," ujar Rahmad.

Ia menyampaikan, pupuk merupakan agro input yang penting lantaran memiliki kontribusi sebesar 63 persen terhadap produktivitas pertanian. Hingga saat ini, pemerintah dinilai telah banyak melakukan transformasi tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi yang berpihak pada petani.

Transformasi itu antara lain adalah pupuk bersubsidi yang sudah bisa ditebus oleh petani terdaftar sejak awal tahun. Mekanisme penebusan pupuk pun dibuat semakin mudah, karena para petani terdaftar cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) melalui sistem iPubers pada kios atau pengecer resmi.

"Kita menggunakan digitalisasi iPubers, saya sudah keliling seluruh tempat di Indonesia, di ujung-ujung, di pelosok-pelosok semuanya sudah bisa menebus pupuk cukup membawa KTP ke kios yang ditunjuk untuk menyalurkan. Jadi itu yang sudah kita lakukan, mudah-mudahan apa yang telah dikontribusikan Pupuk Indonesia bisa bermakna bagi bangsa dan rakyat Indonesia," tutur Rahmad.

Saat memberi sambutan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian, karena Indonesia berhasil mewujudkan swasembada pangan lebih cepat dari target waktu yang ditetapkan.

"Pada saat saya dilantik menjadi Presiden, memang saya beri target empat tahun untuk swasembada beras, swasembada pangan. Terima kasih kepada seluruh komunitas pertanian di Indonesia, saudara bekerja keras, saudara bersatu, saudara kompak, saudara hasilkan, satu tahun kita sudah swasembada. Satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri," kata Prabowo.

Ia berharap, capaian swasembada ini dapat berkelanjutan dan disusul oleh komoditas lain yang didukung Pemerintah melalui penurunan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi. Prabowo mendorong agar terjadi swasembada setiap tahun, seperti pada komoditas jagung maupun singkong.

"Kita sudah turunkan harga pupuk, kalau bisa kita turunkan lagi harga pupuk. Prestasi yang ingin saya capai saat menjadi Presiden harga-harga turun, harga pangan turun, harga pupuk turun, harga benih turun, harga untuk rakyat-rakyat kita turun, terjangkau," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa pupuk menjadi salah satu faktor penting dalam pencapaian swasembada pangan nasional. Ia mengapresiasi kinerja Pupuk Indonesia dalam penyaluran pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia.

"Harga pupuk turun 20 persen, dan bangun pabrik tujuh tanpa membebani Pemerintah. InsyaAllah, lima (pabrik pupuk) kita resmikan sebelum 2029," kata Mentan Amran.

(rea/rir)


[Gambas:Video CNN]