Korban Bencana Sumatra Bakal Dapat Diskon Tarif Listrik

CNN Indonesia
Kamis, 08 Jan 2026 13:46 WIB
Pemerintah tengah menyiapkan diskon tarif listrik bagi warga terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Pemerintah tengah menyiapkan diskon tarif listrik bagi warga terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah menyiapkan diskon tarif listrik bagi warga terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Rencana tersebut muncul setelah Kementerian ESDM menerima permohonan resmi dari sejumlah kepala daerah yang wilayahnya terdampak.

Karenanya, Kementerian ESDM saat ini melakukan penghitungan terkait durasi pemberian diskon serta besaran anggaran yang dibutuhkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada surat permohonan dari beberapa kepala daerah kepada kami untuk meminta diskon listrik di wilayah lokasi bencana. Prinsipnya Kementerian ESDM akan memberikan diskon, namun kita lagi exercise berapa bulan dan biayanya berapa. Jadi kita lagi menghitung," ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM, Kamis (8/1).

Bahlil menegaskan kebijakan tersebut akan terlebih dahulu dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum direalisasikan. Ia menyebut pemerintah pusat memiliki komitmen untuk hadir dan memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat terdampak bencana.

"Tapi saya pastikan saya akan melaporkan kepada Bapak Presiden karena pasti Bapak Presiden juga sudah memerintahkan kepada kami untuk hadir dalam melihat persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat kita," katanya.

Konsumsi Listrik Sepanjang 2025

Di sisi lain, Kementerian ESDM mencatat konsumsi listrik per kapita sepanjang 2025 mencapai 1.584 kWh. Angka ini melebihi target APBN yang sebesar 1.464 kWh.

"Jadi konsumsi kita naik. Kalau konsumsi naik, itu artinya terjadi pertumbuhan permintaan dan itu kaitannya pertumbuhan ekonomi dan yang kedua adalah terjadi juga pemerataan," jelasnya.

Konsumsi listrik yang meningkat sejalan dengan kapasitas terpasang pembangkit yang juga naik 6,8 persen hingga 107,51 gigawatt (GW) dibandingkan 2024 yang sebesar 100,65 GW.

Sementara itu, program listrik desa (lisdes) sepanjang 2025 sudah terealisasi kepada 77.616 pelanggan di 1.516 lokasi di seluruh wilayah Indonesia.

Kemudian, untuk instalasi Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) sepanjang tahun lalu berhasil terpasang kepada 205.968 rumah tangga.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)