HSBC Proyeksi BI Pangkas Suku Bunga 3 Kali Tahun Ini

CNN Indonesia
Selasa, 13 Jan 2026 11:15 WIB
Ekonom HSBC memperkirakan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate sebanyak tiga kali sepanjang 2026.
Ekonom HSBC memperkirakan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate sebanyak tiga kali sepanjang 2026. Ilustrasi. (REUTERS/WILLY KURNIAWAN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ekonom HSBC Indonesia memperkirakan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate sebanyak tiga kali sepanjang 2026.

Chief Indonesia and India Economist HSBC Global Research Pranjul Bhandari mengatakan pemangkasan suku bunga bank sentral akan dilakukan hati-hati sambil memperhatikan nilai tukar rupiah.

"Sepanjang tahun, dalam periode 12 bulan, kita mungkin masih bisa melihat tiga kali lagi pemangkasan suku bunga pada 2026, di luar pemangkasan 150 basis poin yang sudah terjadi dalam satu tahun terakhir hingga satu setengah tahun terakhir. Jadi, kebijakan moneter akan tetap bersifat akomodatif," ujar Bhandari dalam media briefing secara virtual, Senin (12/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bhandari memperkirakan suku bunga BI akan dilakukan secara bertahap. Ia memproyeksi total pemangkasan sebesar 75 basis poin yang akan dilakukan secara bertahap selama tiga kuartal; kuartal I, II, dan III 2026.

"Dengan begitu, suku bunga acuan diperkirakan akan turun menjadi 4 persen pada akhir kuartal III/2026, dari perkiraan sebelumnya 4 persen pada akhir kuartal I/2026," kata Bhandari.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pihaknya masih membuka ruang ruang penurunan suku bunga acuan atau BI-rate pada 2026, meskipun BI-rate telah turun ke level 4,75 persen.

"Jadi ke depan sekali lagi kami terus mencermati ruang penurunan suku bunga, besarnya berapa, waktunya kapan, nanti kami akan evaluasi dari setiap Foreign Direct Investment (FDI) bulanan ke bulan berikutnya. Nanti kami sampaikan," tutur Perry.

[Gambas:Video CNN]

(fby/sfr)